Sukabumi Go Global, 14 Negara Hadiri The Diplomatic Forum 2026
SUKABUMI (23 April): Pemerintah Kota Sukabumi menggelar The Diplomatic Forum 2026, Selasa (21/4/2026) hingga Rabu (22/4/2026), dengan mendatangkan 14 Duta Besar negara sahabat untuk berkunjung ke Kota Sukabumi.
Forum bertajuk “The Charm of Sukabumi’s Heritage: A Land of Infinite Possibilities” ini merupakan langkah strategis membuka peluang kolaborasi internasional sekaligus mempromosikan potensi daerah ke tingkat global.
“Ini menjadi langkah strategis dalam membuka peluang kolaborasi global sekaligus menjadi jembatan persahabatan antarbangsa serta membuka wawasan generasi muda agar memiliki perspektif global,” ungkap Ayep Zaki yang juga Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Sukabumi, saat menerima para tamu di Balai Kota Sukabumi, Selasa (21/4/2026).
Ke 14 negara yang hadir dalam acara tersebut adalah Meksiko, Armenia, Hungaria, Georgia, Ceko, Zimbabwe, Denmark, Azerbaijan, Rumania, Kazakhstan, Laos, Ukraina, Thailand, dan Guatemala.
Ini jelas bukan pekerjaan ‘kaleng-kaleng’, meski Kota Sukabumi termasuk lima wilayah terkecil di Jawa Barat, namun kiprahnya sudah mengglobal. Mengingat, melalui forum ini, berbagai potensi unggulan daerah diperkenalkan. Sebut saja sektor budaya, pendidikan, pariwisata, layanan kesehatan, hingga peluang investasi.
Kegiatan ini juga menjadi upaya memperluas jejaring kerja sama internasional yang berdampak pada pembangunan daerah. Salah satunya adalah mendorong kerja sama pendidikan melalui pengiriman guru ke negara mitra selama satu tahun untuk meningkatkan kualitas, lalu kembali membangun peradaban di Kota Sukabumi.
“Kepada para guru dan siswa, manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Kehadiran para duta besar adalah kesempatan langka untuk belajar langsung tentang dunia internasional, budaya yang beragam, serta pentingnya membangun komunikasi global,” pesan Ayep.
Perwakilan duta besar Meksiko, Francisco de la Torre Galindo, menyampaikan apresiasinya terhadap sambutan Pemkot Sukabumi.
“Saya merasa sangat senang dan bangga berada di sini. Kota ini memiliki suasana yang hangat dan lingkungan pendidikan yang inspiratif,” katanya.
Selain pendidikan, para delegasi juga diperkenalkan pada konsep Tolerance City (Kota Toleran) di kawasan Secret Village, yang menampilkan keberagaman budaya, kuliner lokal, serta produk UMKM. Kota Sukabumi diketahui menempati peringkat enam kota toleran di Indonesia dan tertinggi di Jawa Barat.
Di sektor kesehatan, rombongan mengunjungi RSUD R. Syamsudin, S.H. untuk melihat langsung inovasi layanan terapi stem cell hasil kerja sama dengan SCCR Indonesia. Teknologi ini dikembangkan sebagai metode pengobatan regeneratif untuk berbagai penyakit kronis.
The Diplomatic Forum akan dilanjutkan dengan agenda diskusi dan penguatan kerja sama pada hari kedua, sebagai bagian dari upaya memperluas jejaring internasional dan meningkatkan daya saing daerah di tingkat global.
“The Diplomatic Forum 2026 ini sesungguhnya juga menegaskan komitmen Kota Sukabumi sebagai daerah yang terbuka terhadap kolaborasi global dan siap bersaing di kancah internasional,” tandas Ayep Zaki.
(*/WH/AS)