JAKARTA (15 Mei): Wakil Ketua III DPR RI, Ahmad Sahroni, mengapresiasi langkah tegas Polda Metro Jaya membongkar gudang sepeda motor tanpa dokumen resmi alias bodong di kawasan Jakarta Selatan (Jaksel). Gudang tersebut diketahui menjadi tempat penampungan kendaraan hasil kejahatan sebelum dikirim ke luar negeri.
“Saya minta Polda Metro Jaya tidak berhenti dengan penyitaan ribuan motor bodong ini. Karena ini jelas menunjukkan kejahatan curanmor sudah berjalan secara terorganisir, tidak lagi individual,” ujar Sahroni dalam keterangannya, Kamis (14/5/2026).
Menurut legislator NasDem dari dapil DKI Jakarta III (Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu) itu, kasus curanmor tersebut harus dibongkar hingga ke akar karena melibatkan jaringan besar.
“Kalau skemanya sebesar ini, patut diduga ada oknum yang terlibat. Makanya harus diusut tuntas. Kan kasihan masyarakat yang jadi korban,” tandasnya.
Sahroni juga meminta aparat melacak seluruh pihak yang terlibat dalam jaringan tersebut, termasuk pihak yang diduga menjadi dalang utama.
“Telusuri siapa yang mengatur, siapa yang membiayai, lewat perusahaan apa kendaraan ini rencananya dikirim, dan apakah ada yang membekingi. Kalau tidak diusut sampai ke akar, kasus seperti ini akan terus muncul lagi. Tapi saya yakin 100% Polda Metro Jaya punya kemampuan untuk membongkar jaringan besarnya,” pungkas Sahroni.
Sebelumnya, Subdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengungkap dugaan penadahan kendaraan bermotor dan penyelundupan sepeda motor ilegal ke luar negeri. Polisi menemukan gudang penyimpanan kendaraan di Jalan Kemandoran Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Senin (11/5/2026).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebut dalam operasi tersebut polisi mengamankan total 1.494 unit sepeda motor dari berbagai jenis dan merek. (*)
0 Komentar