Home / Berita / Berita Fraksi
Berita Fraksi

Sahroni Minta Perkuat Deteksi Dini terhadap Potensi Teror

πŸ“… 17 Jul 2026 πŸ’¬ 0 Komentar
Bagikan artikel:

JAKARTA (17 Juli): Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta semua pihak peka terhadap potensi ancaman teror. Hal tersebut disampaikannya menanggapi adanya kasus ledakan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) pada Selasa (14/7/2026) lalu.

“Pengawasan terhadap anggota keluarga dan murid sekolah oleh orang sekitarnya, harus lebih dimaksimalkan. Aksi lone wolf seperti ini sangat berbahaya karena sulit diprediksi. Saya minta Densus 88, intelijen, dan jajaran institusi terkait bertanggung jawab untuk memperkuat deteksi dini terhadap potensi ancaman seperti ini,” ujar Sahroni dalam keterangannya, Rabu (15/7/2026).

Legislator NasDem dari Dapil Jakarta III itu menambahkan, peran Bhabinkamtibmas harus dimaksimalkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat melalui sekolah, RT/RW, tokoh agama, dan tokoh masyarakat mengenai bahaya paham radikal dan ideologi menyimpang.

“Pencegahan dan deteksi dini adalah kunci,” tegasnya.

Selain itu, Sahroni mendorong pihak kepolisian berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat di berbagai tingkatan terkait bahaya ancaman teror di lingkungannya.

β€œJajaran kepolisian dan instansi terkait harus memperkuat edukasi di masyarakat karena keluarga dan sekolah tetap menjadi benteng pertama anak,” ujarnya.

Menurutnya, jika ada perubahan perilaku atau mulai terpapar pemahaman yang menyimpang, segera lakukan pendekatan dan laporkan agar bisa ditangani sejak dini.

“Tapi jika sudah sampai melakukan aksi teror, aparat tentu harus bertindak tegas,” tukasnya.

Sebelumnya, bom rakitan meledak di MAN 3 Padang, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tengah, Kota Padang, Sumatra Barat pada Selasa (14/7/2026), sekitar pukul 11.30 WIB. Polisi menangkap terduga pelaku teror bom, seorang pelajar berinisial R, 17.

Juru Bicara Densus 88 Kombes Mayndra Eka Wardhana mengungkapkan bahwa, terduga pelaku itu menyatakan bahwa belajar merakit bom dari internet.

“Pelaku juga mengaku mempelajari pembuatan bahan peledak secara daring dan terinspirasi oleh peristiwa bom di SMA Negeri 72 Jakarta pada tahun 2025. Motif tersebut masih dalam proses pendalaman oleh tim penyelidik,” jelas Mayndra. (askar/*)

Diskusi

0 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *