JAKARTA (4 Juni): Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rico Sia, mendorong pemerintah memperluas akses penerbangan menuju Papua Barat Daya, khususnya kawasan Raja Ampat, guna meningkatkan konektivitas dan menekan tingginya harga tiket pesawat yang selama ini menjadi keluhan masyarakat maupun wisatawan.
Menurut Rico, keterbatasan maskapai yang melayani rute menuju Papua Barat Daya menyebabkan harga tiket pesawat relatif tinggi. Kondisi tersebut berpotensi menghambat pengembangan sektor pariwisata di salah satu destinasi unggulan Indonesia tersebut.
“Penerbangan ke Papua Barat Daya saat ini yang langsung sangat terbatas. Hanya beberapa maskapai yang melayani, sehingga harga tiket, baik ekonomi maupun bisnis, sangat tinggi,” ujar Rico dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR RI dengan Menteri Pariwisata di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Legislator dari daerah pemilihan Papua Barat Daya itu mengungkapkan, harga tiket kelas bisnis untuk rute tertentu bahkan dapat mencapai puluhan juta rupiah karena minimnya pilihan penerbangan.
“Bahkan tiket kelas bisnis bisa mencapai Rp25 juta. Kondisi ini tentu menjadi perhatian karena berdampak pada aksesibilitas masyarakat dan wisatawan,” katanya.
Karena itu, Rico berharap pemerintah dapat mendorong penambahan maskapai dan frekuensi penerbangan menuju Papua Barat Daya agar tercipta persaingan yang sehat dan harga tiket menjadi lebih terjangkau.
“Mudah-mudahan penerbangan bisa ditambah sehingga terjadi kompetisi. Kalau kompetisi meningkat, harga tiket bisa lebih turun dan penumpang tidak lagi kesulitan mendapatkan kursi penerbangan,” tegasnya.
Selain menyoroti konektivitas udara, Rico juga mengingatkan pentingnya memastikan setiap program promosi dan pengembangan pariwisata menghasilkan dampak yang terukur. Menurutnya, efektivitas penggunaan anggaran harus menjadi perhatian pemerintah, terutama menjelang pembahasan RAPBN 2027.
“Kita perlu melihat outcome dari setiap program yang dijalankan. Berapa besar anggaran yang dikeluarkan dan apa hasil yang diperoleh. Ini penting menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar memperjuangkan anggaran kementerian ke depan,” ujarnya.
Rico menilai peningkatan akses transportasi dan efektivitas program pariwisata harus berjalan beriringan agar sektor pariwisata mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah.
Menurutnya, destinasi-destinasi unggulan seperti Raja Ampat memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan domestik dan mancanegara, namun harus didukung konektivitas yang memadai agar manfaat ekonominya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat setempat.
“Kalau akses semakin mudah dan harga tiket semakin kompetitif, tentu akan semakin banyak wisatawan yang datang. Ini akan berdampak positif bagi perekonomian daerah dan masyarakat,” tukas Rico. (*)
0 Komentar