Home / Berita / Berita Fraksi
Berita Fraksi

Gobel Perjuangkan Rp105 M untuk Pemulihan Banjir Didingga Gorontalo

📅 15 Jun 2026 💬 0 Komentar
Bagikan artikel:

GORONTALO UTARA (15 Juni): Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Rachmat Gobel, meninjau langsung Desa Didingga, Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara, yang terdampak banjir bandang. Ia menegaskan komitmennya untuk membantu percepatan pemulihan wilayah terdampak sekaligus memperjuangkan usulan penanganan banjir senilai Rp105 miliar ke pemerintah pusat.

Kunjungan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat, khususnya Komunitas Adat Terpencil (KAT) Didingga, yang menjadi wilayah dengan kerusakan paling parah akibat banjir bandang yang melanda lima desa di Kecamatan Biau pada 26 Mei lalu.

“Saya ingin melihat langsung dan merasakan kesulitan yang dialami masyarakat, terutama warga Didingga yang terdampak cukup berat,” ujar Gobel, Sabtu (13/6/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Gobel menemukan kerusakan signifikan pada permukiman warga, infrastruktur jalan, serta tanggul dan aliran sungai yang menjadi penyebab meluasnya dampak banjir.

Oleh karena itu, ia menilai perbaikan sungai dan pembangunan kembali tanggul pengaman harus menjadi prioritas utama dalam proses pemulihan.

Menurut Gobel, Desa Didingga memiliki potensi besar untuk berkembang karena didukung kondisi alam yang indah dan lahan yang subur. Namun, potensi tersebut hanya dapat dimanfaatkan secara optimal jika infrastruktur dasar dan sistem mitigasi bencana diperkuat.

Selain mendorong perbaikan infrastruktur, Gobel juga berkomitmen membantu pemerintah daerah memperbaiki rumah-rumah warga yang rusak akibat banjir.

Gobel telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Balai Wilayah Sungai guna menyusun langkah penanganan jangka pendek maupun jangka panjang.

Sekretaris Daerah Gorontalo Utara, Suleman Lakoro, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Gobel kepada masyarakat terdampak. Menurutnya, Gobel telah menyatakan kesediaan untuk memperjuangkan proposal penanganan banjir senilai sekitar Rp105 miliar yang telah disusun oleh Balai Wilayah Sungai.

Dana tersebut diharapkan dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur pengendali banjir dan penanganan permanen di wilayah terdampak. Sementara itu, bantuan jangka pendek juga telah mulai disalurkan kepada warga berupa kebutuhan dasar, termasuk alas tidur dan dukungan untuk perbaikan rumah.

Banjir bandang yang terjadi pada 26 Mei lalu menerjang lima desa di Kecamatan Biau, yakni Desa Luhuto, Bualo, Biau, Omuto, dan Didingga. Sekitar 3.500 warga terdampak dalam bencana tersebut, sementara puluhan rumah dan akses jalan mengalami kerusakan berat. Desa Didingga menjadi wilayah yang mengalami dampak paling serius dengan sekitar 90 persen permukiman KAT rusak akibat terjangan banjir.

Meski demikian, Gobel optimistis Didingga dapat bangkit kembali. Bahkan, ia menilai desa tersebut memiliki prospek untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata berbasis alam dan masyarakat, didukung keberadaan sungai yang jernih, perbukitan hijau, serta hamparan lahan pertanian yang luas.

“Didingga memiliki potensi yang luar biasa. Yang dibutuhkan sekarang adalah pemulihan infrastruktur dan penataan yang baik agar masyarakat bisa kembali bangkit dan berkembang,” pungkasnya. (*)

Diskusi

0 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *