Home / Berita / Berita Fraksi
Berita Fraksi

Tak Hanya Sepak Bola, Willy Dorong Diaspora Berprestasi Berkontribusi bagi Indonesia

📅 18 Jun 2026 💬 0 Komentar
Bagikan artikel:

JAKARTA (18 Juni): Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, meminta pemerintah membangun tata kelola diaspora yang lebih inklusif dan tidak hanya berfokus pada kebutuhan olahraga.

Menurutnya, banyak putra-putri Indonesia yang berprestasi di berbagai bidang di luar negeri dan perlu mendapatkan ruang yang sama untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Pernyataan tersebut disampaikan Willy seusai Komisi XIII menyetujui permohonan pertimbangan pemberian kewarganegaraan Republik Indonesia (naturalisasi) bagi Mitchell Baker dan Luke Vickery dalam Rapat Kerja dengan Menteri Hukum, Menteri Pemuda dan Olahraga, serta PSSI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Meski mendukung proses naturalisasi kedua pesepak bola tersebut, Willy menegaskan bahwa isu kewarganegaraan tidak boleh dipandang semata-mata untuk kepentingan olahraga. Momentum ini harus menjadi titik awal pembenahan tata kelola diaspora Indonesia secara menyeluruh.

“Time change, people change. Apa yang kami perjuangkan hari ini adalah bagaimana tata kelola diaspora Indonesia. Jadi tidak hanya semata-mata untuk kepentingan sepak bola, tapi untuk kepentingan Merah Putih,” tegas Willy.

Legislator Fraksi Partai NasDem itu menilai Indonesia memiliki banyak diaspora dengan kemampuan dan prestasi yang dapat memberikan kontribusi besar bagi pembangunan nasional. Namun, potensi tersebut kerap terhambat oleh berbagai persoalan regulasi dan administrasi.

Karena itu, ia berharap kebijakan terkait kewarganegaraan dan diaspora ke depan tidak bersifat diskriminatif dan hanya mengakomodasi kebutuhan cabang olahraga tertentu.

“Kita sama-sama memiliki frekuensi yang sama, spirit Merah Putih yang sama, tapi tidak diskriminatif hanya untuk satu cabor atau dua cabor. Tapi untuk kemajuan republik, bernegara, dan berbangsa ini kita sama-sama komitmen,” ujarnya.

Willy menegaskan Indonesia juga membutuhkan kontribusi diaspora di sektor-sektor strategis seperti sains, teknologi, pendidikan, riset, dan inovasi. Negara harus membuka ruang yang lebih luas bagi anak-anak bangsa di berbagai belahan dunia untuk ikut membangun Indonesia.

“Kami minta, kalau kami butuh dukungan yang lain, anak-anak kita yang pintar dari belahan mana, itu juga untuk kemajuan peradaban kita,” pungkasnya.

Dalam rapat yang sama, Komisi XIII menyetujui permohonan pertimbangan pemberian kewarganegaraan Republik Indonesia bagi Mitchell Baker dan Luke Vickery untuk selanjutnya diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (dpr.go.id/*)

Diskusi

0 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *