Home / Berita / Berita Fraksi
Berita Fraksi

Tiket Murah dan Pelonggaran Visa Memacu Kunjungan Wisman

đź“… 18 Jun 2026 đź’¬ 0 Komentar
Bagikan artikel:

JAKARTA (18 Juni): Anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo, mendorong Kementerian Pariwisata lebih fokus pada kebijakan yang berdampak langsung terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).

Menurutnya, Indonesia memiliki banyak destinasi wisata kelas dunia, namun jumlah wisatawan asing yang datang masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara di kawasan ASEAN.

Legislator Fraksi Partai NasDem itu mengakui investasi menjadi faktor penting dalam pengembangan sektor pariwisata. Namun, menurutnya keberhasilan menarik wisatawan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah.

“Tidak semua tergantung dari modal, walaupun modal juga menjadi faktor utama. Ada banyak aspek lain yang menentukan keberhasilan pengembangan pariwisata,” ujar Yoyok dalam Rapat Kerja Komisi VII dengan Menteri Pariwisata, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Yoyok mengapresiasi tingginya pergerakan wisatawan nusantara yang menopang sektor pariwisata nasional. Namun, ia menilai capaian tersebut belum cukup karena Indonesia masih kalah bersaing dalam menarik wisatawan mancanegara meski memiliki destinasi unggulan yang telah dikenal dunia.

“Kalau melihat potensi yang kita miliki, mulai dari Danau Toba, Borobudur, Lombok hingga Bali, seharusnya Indonesia mampu menarik lebih banyak wisatawan asing,” katanya.

Untuk meningkatkan daya saing pariwisata nasional, Yoyok mengusulkan sejumlah langkah strategis. Salah satunya adalah menekan biaya transportasi udara yang selama ini dinilai menjadi hambatan utama bagi wisatawan.

“Kita harus mencari solusi agar biaya perjalanan wisata lebih kompetitif. Kalau akses dan biaya transportasi bisa lebih murah, tentu akan meningkatkan minat wisatawan untuk datang ke Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, ia mendorong pemerintah memperlonggar kebijakan visa bagi wisatawan dari negara-negara potensial seperti China, India, dan kawasan Timur Tengah. Menurutnya, langkah tersebut dapat dilakukan melalui koordinasi dengan Direktorat Jenderal Imigrasi tanpa memerlukan tambahan anggaran yang besar.

Yoyok juga menilai perlu ada lebih banyak penerbangan langsung dari negara-negara tersebut menuju destinasi wisata unggulan di Indonesia agar akses wisatawan semakin mudah.

Di sisi lain, ia menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi masalah berulang di sejumlah kawasan wisata. Menurutnya, kebersihan destinasi harus menjadi perhatian serius karena sangat memengaruhi pengalaman wisatawan dan citra Indonesia di mata dunia.

“Masalah sampah ini berulang kali menjadi sorotan. Karena itu perlu ada koordinasi yang lebih kuat agar kebersihan destinasi wisata benar-benar terjaga,” tegasnya.

Selain kebersihan, Yoyok juga mengingatkan pentingnya membangun budaya pelayanan yang baik di kawasan wisata. Ia menilai praktik penetapan harga yang tidak wajar terhadap wisatawan masih menjadi persoalan yang harus dibenahi agar daya saing pariwisata Indonesia semakin kuat di tingkat global. (dpr.go.id/*)

Diskusi

0 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *