JAKARTA (2 Juli): DPP Partai NasDem menggelar diskusi bertajuk Refleksi Peradaban Pra Sejarah: Lukisan Gua di Sulawesi, di Perpustakaan Panglima Itam, NasDem Tower, Jakarta Pusat, Kamis (2/7).
Dibuka Wasekjen DPP Partai NasDem Jakfar Sidik, diskusi dipandu Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai NasDem sekaligus Wakil Ketua Mahkamah Partai NasDem Rudianto Lallo.
Diskusi menghadirkan Peneliti Gambar Cadas Pusat Riset Arkeometri BRIN Dr. Adhi Agus Oktaviana dan Pemerhati Gambar Cadas Karina Arifin, Ph.D.
Rudianto Lallo mengatakan, diskusi seperti ini penting untuk memperkaya pengetahuan masyarakat karena menghadirkan peneliti-peneliti yang kompeten. Menurutnya, forum juga menjadi bagian dari upaya melestarikan temuan-temuan arkeologi Indonesia.
“Ini diskusi menarik karena mengantar kita bahwa sebelum ada peradaban sejarah ada prasejarah. Dan itu sudah ada di Sulawesi Selatan, tepatnya di Maros-Pangkep, dan diperkirakan bukan hanya empat puluh ribu tahun, tapi enam puluh ribu tahun yang lalu,” kata pria yang akrab disapa Rudal itu.
Karina Arifin menjelaskan, tujuan utama memperkenalkan gambar cadas kepada masyarakat adalah membangun kepedulian terhadap warisan budaya tersebut. Menurutnya, peninggalan itu membuktikan masyarakat prasejarah yang hidup sederhana memiliki kemampuan artistik yang luar biasa.
“Penting sekali karena ini bagian dari sejarah panjang kita. Manusia yang masih hidup sederhana ini sudah menghasilkan peninggalan gambar cadas yang dapat mengungkap cara hidup mereka, binatang-binatang yang ada di suatu wilayah, perubahan iklim, dan sebagainya,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Adhi Agus Oktaviana mengapresiasi Partai NasDem yang telah membuka ruang diskusi mengenai lukisan gua di Sulawesi. Ia mengatakan, peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan, termasuk mengenai upaya konservasi.
“Kita harapkan teman-teman muda di Indonesia bisa menjaga warisan budaya Nusantara dan kita patut berbangga, moyang kita bukan hanya seorang pelaut, tapi juga pelukis yang handal,” katanya.
Adhi menambahkan, generasi muda dapat mengenal gambar cadas secara virtual melalui platform Google Arts & Culture dalam First Picture and Ancient Canvas
Program tersebut merupakan hasil kolaborasi BRIN, Universitas Hasanuddin, Griffith University, dan Kementerian Kebudayaan, sehingga masyarakat dapat mengakses dokumentasi gambar cadas yang sebagian besar berada di lokasi yang sulit dijangkau.
(WH/AS)
0 Komentar