Home / Berita / Berita
Berita

NasDem Gelar Diskusi Lukisan Gua Sulawesi, BRIN: Nenek Moyang Kita Bukan Hanya Pelaut

📅 03 Jul 2026 💬 0 Komentar
Bagikan artikel:

JAKARTA (3 Juli): DPP Partai NasDem menggelar diskusi arkeologi bertajuk Refleksi Peradaban Pra Sejarah: Lukisan Gua di Sulawesi, di Perpustakaan Panglima Itam, NasDem Tower, Jakarta Pusat, Kamis (2/7).

Diskusi dipandu Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai NasDem yang juga Wakil Ketua Mahkamah Partai NasDem Rudianto Lallo. Kegiatan diawali pengantar dari Wasekjen DPP Partai NasDem Jakfar Sidik dan menghadirkan narasumber Peneliti Gambar Cadas di Pusat Riset Arkeometri BRIN Dr. Adhi Agus Oktaviana serta pemerhati gambar cadas, Karina Arifin, Ph.D.

Peneliti Gambar Cadas di Pusat Riset Arkeometri BRIN Dr. Adhi Agus Oktaviana menyampaikan apresiasi kepada Partai NasDem yang telah mengangkat tema lukisan gua dalam forum diskusi tersebut. Menurutnya, materi mengenai gambar cadas tertua di Sulawesi mendapat perhatian besar dari peserta.

“Saya berterima kasih kepada Partai NasDem telah mengundang untuk kegiatan lukisan gua ini. Cukup menarik, setelah pemaparan mengenai gambar cadas di Sulawesi yang tertua, banyak sekali pertanyaan, termasuk bagaimana cara konservasinya yang juga ditanyakan oleh teman-teman di sini,” ujarnya.

Adhi berharap, semakin banyak generasi muda Indonesia yang mengenal sekaligus menjaga warisan budaya Nusantara.

“Kita harapkan teman-teman muda di Indonesia bisa menjaga warisan budaya Nusantara. Kita patut berbangga, moyang kita bukan hanya seorang pelaut, tetapi juga pelukis yang handal,” katanya.

Ia menambahkan, masyarakat dapat mengenal lebih dekat gambar-gambar cadas melalui platform Google Arts & Culture. Di dalamnya tersedia proyek First Picture dan Ancient Canvas yang memungkinkan pengunjung melihat dokumentasi lukisan gua secara virtual.

“Teman-teman muda bisa melihat secara virtual gambar-gambar cadas karena sebagian besar lokasinya sulit diakses. Program ini merupakan kolaborasi BRIN, Universitas Hasanuddin, Griffith University, dan Kementerian Kebudayaan,” jelasnya.

(WH/AS)

Diskusi

0 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *