JAKARTA (18 Agustus): Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai NasDem, Furtasan Ali Yusuf, menegaskan kesiapan NasDem memperjuangkan Rancangan Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas). Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi internal NasDem yang membahas dan membedah draf RUU Sisdiknas di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Furtasan mengatakan, pembahasan internal diperlukan untuk memastikan substansi draf yang ada benar-benar matang sebelum masuk ke tahap pembahasan lebih lanjut. Menurutnya, masih terdapat sejumlah catatan yang perlu diperbaiki sekaligus diselaraskan dengan sikap politik partai terhadap masa depan pendidikan nasional.
“Intinya adalah draf ini masih belum layak ya untuk terpublikasikan sebetulnya. Nah, ini adalah kita mantapkan dulu di internal. Kita juga sebagai kepanjang tangan dari partai, ya harus dapat pandangan posisi politik partai kita seperti apa terhadap pendidikan atau RUU Sisdiknas ini ke depan,” ujar Furtasan.
Ia menyebut terdapat sekitar 10 bab krusial yang menjadi perhatian dalam pembahasan internal tersebut. Sejumlah isu yang dikaji antara lain perkembangan kecerdasan buatan (AI), anggaran pendidikan, kesejahteraan pendidik dan dosen, hingga persoalan pembiayaan pendidikan.
“Bab-bab krusial kurang lebih ada 10 lah ya, yang menjadi catatan kita. Soal AI, perkembangan gitu ya. Soal anggaran pendidikan, soal kesejahteraan penduduk dan dosen, soal apa namanya pembiayaan dan seterusnya,” katanya.
Meski masih menemukan sejumlah catatan dalam draf RUU Sisdiknas, Furtasan menegaskan hal tersebut menjadi bagian dari proses untuk menghasilkan regulasi pendidikan yang lebih kuat. Ia memastikan dirinya bersama anggota Komisi X Fraksi NasDem lainnya siap mengawal dan memperjuangkan RUU tersebut.
“Insyaallah kami sebagai garda terdepan siap memperjuangkan untuk suksesnya RUU Sisdiknas ini ke depan. Karena kita berharap untuk 30 tahun ke depan,” tegasnya.
Furtasan menambahkan, pembahasan internal menjadi langkah penting bagi Fraksi NasDem untuk menyatukan pandangan sebelum memberikan sikap dalam pembahasan RUU Sisdiknas. Ia berharap regulasi yang nantinya dihasilkan mampu menjadi fondasi sistem pendidikan nasional dan menjawab tantangan pendidikan dalam jangka panjang. (gema/*)
0 Komentar