BANDA ACEH (1 Oktober): Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Provinsi Aceh membentuk tim advokasi untuk mengawal kasus meninggalnya Muhammad Rasya Fadilla saat mengikuti orientasi mahasiswa baru di Politeknik Pelayaran Malahayati, pada 27 September lalu.
Ketua DPW Partai NasDem Aceh sekaligus Anggota DPR RI dari Dapil 2 Aceh Irsan Sosiawan Gading meminta kepolisian mengusut tuntas penyebab kematian Rasya dan mengungkapnya secara transparan kepada publik.
“Kami meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus kematian ananda Muhammad Rasya Fadilla. Penyebab kematiannya harus diketahui publik luas,” kata Irsan.
Irsan menegaskan, aktivitas pendidikan harus terbebas dari kekerasan dan bullying. Menurutnya, kasus Rasya menjadi pengingat bagi seluruh penyelenggara pendidikan untuk memastikan lingkungan pendidikan aman bagi peserta didik.
“Setiap aktivitas pendidikan harus jauh dari unsur kekerasan dan bullying. Ini harus menjadi tanggung jawab dan perhatian kita semua,” ujarnya.
Tim advokasi NasDem Aceh terdiri atas dua tim, yakni tim legal dan tim advokasi politik. Tim legal dipimpin Ketua Badan Hukum (BAHU) NasDem untuk memberikan pendampingan hukum secara gratis kepada keluarga korban apabila dibutuhkan.
Sementara tim advokasi politik dipimpin Ketua Fraksi Partai NasDem di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) untuk mengawal proses pengusutan kasus tersebut agar berjalan transparan dan tuntas.
“Advokasi politik ini penting untuk melindungi dunia pendidikan dan anak-anak Aceh dari kekerasan dan bullying yang mulai marak saat ini,” kata Irsan.
Ia berharap kasus kematian Rasya menjadi momentum perbaikan dunia pendidikan Aceh sehingga tidak ada lagi korban kekerasan di lingkungan pendidikan. (WH/AS)
0 Komentar