JAKARTA (12 Oktober): Kesibukan kuliah di Singapura tak menyurutkan keinginan Belinda Amelia Leonardo untuk mengikuti program Remaja Bernegara (RBN). Mahasiswi Singapore Institute of Management yang menempuh program bersama RMIT University itu akhirnya bisa mengikuti kegiatan tersebut saat berada di Jakarta.
Belinda mengaku telah mengetahui RBN sejak beberapa angkatan sebelumnya melalui Instagram dan cerita teman-temannya yang pernah mengikuti program tersebut. Ketertarikannya terhadap pendidikan politik sejak dini membuatnya ingin merasakan langsung bagaimana proses kerja para pemangku kepentingan dan penyelenggara negara.
Namun, jadwal kuliah di luar negeri membuatnya tidak bisa mengikuti kegiatan RBN. Kesempatan itu datang menjelang pelaksanaan RBN Angkatan ke-29 pada 10 Oktober 2026, ketika ia sedang berada di Jakarta.
Belinda mengatakan, dirinya sengaja memantau pembukaan pendaftaran karena antusiasme peserta yang tinggi. Ia bahkan telah menyiapkan diri agar bisa segera mendaftar ketika kesempatan tersebut dibuka.
“Aku daftar sebenarnya secara sah sekali ini doang. Tapi, aku sebelumnya, sudah pernah buka websitenya RBN dan memang mencoba juga sih untuk mendaftar. Ternyata memang gercep (gerak cepat) banget, jadi aku sudah menyusun strategi,” ujar Belinda, Sabtu (10/10).
Ia mengaku harus bergerak cepat karena kuota peserta dapat terpenuhi dalam waktu singkat. Pengalaman tersebut membuatnya menyadari besarnya antusiasme anak muda untuk mengikuti kegiatan edukasi politik seperti RBN.
Selama kegiatan berlangsung, Belinda tertarik dengan dua hal, yakni NasDem Tower Tour dan simulasi penyelenggaraan negara. Melalui kegiatan NasDem Tour, ia mendapat gambaran mengenai perjalanan dan perjuangan Partai NasDem sejak awal berdiri hingga berkembang dengan berbagai programnya.
Sementara itu, simulasi rapat menjadi pengalaman yang paling berkesan baginya. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapat peran masing-masing, mulai dari pimpinan DPR hingga menteri dan ketua fraksi, sehingga mereka dapat merasakan langsung proses pembahasan dan pengambilan keputusan.
Menurut Belinda, simulasi tersebut mengajarkannya bahwa suatu keputusan tidak cukup berhenti sebagai gagasan atau pembicaraan. Prosesnya perlu disusun secara sistematis hingga menghasilkan solusi yang dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
“Di sini, kita juga belajar sistematis. Sebuah rapat itu dapat disusun dan bagaimana pengambilan-pengambilan (keputusan) ini tidak sembarangan, yang mungkin, hanya menjadi omongan saja tetapi menjadi sebuah solusi yang dapat diimplementasikan,” katanya.
Belinda berharap, semakin banyak anak muda yang memanfaatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan edukasi politik.
“Mungkin banyak juga teman-teman di luar pulau, teman-teman mungkin di luar negeri juga, kalau teman-teman memang sangat berniat dan memang ingin belajar, just go for it, dan tidak ada penyesalan sama sekali, karena memang kegiatannya sangat-sangat menarik,” imbuhnya. (FM/AS)
0 Komentar