Home / Berita / Berita
Berita

NTT Siapkan Generasi Juara Dunia, 852 Kenshi Tampil di Lazarus Laiskodat Memorial Cup III

📅 06 Nov 2026 💬 0 Komentar
Bagikan artikel:

KUPANG (6 November): Sebanyak 852 atlet Shorinji Kempo dari 43 kontingen atau dojo kabupaten dan kota se-Nusa Tenggara Timur (NTT) ambil bagian dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Shorinji Kempo Antar-Dojo se-NTT, memperebutkan Piala Bergilir Lazarus Laiskodat Memorial Cup III Tahun 2026.

Kejuaraan itu menjadi salah satu agenda penting dalam memperkuat pembinaan sekaligus menyiapkan regenerasi atlet Shorinji Kempo NTT. Selain menguji kemampuan teknik bertanding, kompetisi tersebut juga diarahkan untuk membentuk atlet yang memiliki disiplin, ketangguhan mental, karakter kuat, dan menjunjung tinggi sportivitas.

Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem Daerah Pemilihan NTT II, Viktor Bungtilu Laiskodat, menilai Kejurda memiliki arti strategis bagi masa depan olahraga Shorinji Kempo di NTT. Menurut dia, kejuaraan antardojo menjadi wadah penting untuk menemukan sekaligus mengasah potensi atlet sejak usia dini.

Ia menyebut para kenshi yang mengikuti kompetisi, mulai dari kelompok usia dini, pelajar, mahasiswa hingga kategori dewasa, merupakan bagian dari generasi atlet yang perlu dipersiapkan secara berkelanjutan untuk mencapai prestasi lebih tinggi.

“Matras Shorinji Kempo mengajarkan banyak hal tentang kehidupan. Ada disiplin, ketangguhan, keberanian, pengendalian diri, dan sportivitas. Nilai-nilai inilah yang harus tumbuh bersama kemampuan teknik setiap kenshi,” kata Viktor.

Menurut Viktor, NTT memiliki potensi besar untuk melahirkan atlet Shorinji Kempo berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Namun, potensi tersebut harus ditopang oleh pembinaan yang konsisten, kompetisi berjenjang, kualitas pelatih, serta mental bertanding yang terus ditempa.

Ia berharap kejuaraan ini tidak berhenti pada pencapaian medali, tetapi menjadi bagian dari proses panjang membangun ekosistem olahraga yang mampu melahirkan atlet-atlet unggul.

“Di atas matras, seorang atlet tidak hanya diuji kemampuan tekniknya, tetapi juga mental dan karakternya. Kita ingin anak-anak NTT tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, mampu menghargai lawan, dan berani bersaing dengan siapa pun,” ujarnya.

Lebih jauh, Viktor mengatakan Kejurda Shorinji Kempo Antar-Dojo se-NTT tersebut merupakan bagian dari persiapan menghadapi dua agenda olahraga besar, yakni Kejuaraan Dunia Shorinji Kempo di Nagoya, Jepang, serta Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 yang akan diselenggarakan di NTT dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Oleh karena itu, pembinaan atlet harus dimulai sejak tingkat dojo dan kabupaten/kota. Kejuaraan daerah menjadi tahapan penting untuk mengukur perkembangan kemampuan atlet, mengevaluasi hasil latihan, sekaligus memetakan bibit-bibit potensial yang dapat dipersiapkan menuju kompetisi yang lebih tinggi.

“Calon-calon juara dunia itu sedang tumbuh di dojo-dojo kita. Mereka harus mendapatkan kesempatan bertanding, pembinaan yang serius, dan dukungan yang berkelanjutan. Jalan menuju prestasi dunia dimulai dari latihan yang disiplin dan keberanian untuk terus memperbaiki diri,” tutur Viktor.

Kejurda Shorinji Kempo Antar-Dojo se-NTT Piala Bergilir Lazarus Laiskodat Memorial Cup III Tahun 2026 diikuti 852 peserta yang berasal dari 43 kontingen atau dojo kabupaten dan kota.

Para peserta berkompetisi dalam dua nomor utama, yakni Randori atau pertarungan bebas dan Embu atau peragaan kerapian teknik.

Pada nomor Randori dipertandingkan sebanyak 32 kelas tanding, sedangkan nomor Embu terdiri atas 56 nomor. Dengan demikian, keseluruhan kejuaraan mempertandingkan 88 nomor pertandingan.

Besarnya jumlah peserta menunjukkan antusiasme dojo-dojo di NTT dalam mengembangkan olahraga Shorinji Kempo sekaligus memperluas kesempatan bagi atlet muda untuk mengukur kemampuan melalui kompetisi yang kompetitif.

Viktor juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kenshi yang telah berpartisipasi, terutama mereka yang berhasil meraih podium. Ia menilai setiap medali merupakan hasil dari proses panjang yang membutuhkan kedisiplinan, latihan keras, pengorbanan, dan ketangguhan mental.

“Selamat kepada para kenshi yang berhasil meraih podium. Prestasi yang kalian raih adalah buah dari kerja keras dan kedisiplinan. Tetap rendah hati, jaga sportivitas, dan jangan berhenti berlatih. Kemenangan hari ini harus menjadi motivasi untuk meraih prestasi yang lebih besar,” katanya.

Ia berharap semakin banyak atlet muda NTT mampu menembus kompetisi nasional dan internasional, sekaligus membawa nama daerah ke panggung dunia.

Bagi Viktor, keberhasilan pembinaan olahraga tidak hanya diukur dari jumlah medali yang diraih, tetapi juga dari kemampuan melahirkan generasi muda yang berkarakter, berdaya juang, dan memiliki keberanian menghadapi tantangan.

“Dari matras di NTT, kita siapkan para juara untuk Indonesia dan dunia,” ujar Viktor. (bronto/*)

Diskusi

0 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *