News Detail

Perempuan Harus Mampu Jawab Tantangan kian Beragam

Perempuan Harus Mampu Jawab Tantangan kian Beragam

  • 07 Maret 2021
  • 38
  • Fraksi NasDem
  • Lestari Moerdijat

JAKARTA (7 Maret): Perempuan harus mampu menjawab berbagai tantangan yang semakin kompleks di masa pandemi Covid-19 ini. Gerakan untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas perempuan harus konsisten dilakukan.

"Tantangan yang harus dihadapi perempuan di masa pandemi Covid-19 ini semakin kompleks, sehingga perempuan harus dapat meningkatkan kemampuan dan kapasitasnya untuk menjawab berbagai tantangan saat ini," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Minggu (7/3), menyambut International Women's Day (IWD) yang diperingati setiap 8 Maret.

Tema IWD 2021 adalah Women in Leadership: Achieving an equal future in a Covid-19 World. Dengan sebuah kampanye yang dipopulerkan lewat tagar #ChooseToChallenge, tema peringatan IWD tahun ini bertujuan untuk menyelesaikan ragam persoalan yang dihadapi perempuan saat ini.

Sebagai bagian dari warga negara, menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, perempuan juga memiliki hak dan kewajiban untuk berperan dalam membangun bangsa dan negara, seperti diamanatkan UUD 1945.

Selama ini, kata Legislator NasDem itu, perempuan Indonesia masih menghadapi tantangan eksternal seperti sikap bias gender dari sejumlah pihak karena cara pandang patriarki yang sudah membudaya, selain tantangan dari dalam diri perempuan sendiri yang umumnya masih enggan bangkit untuk memperbaiki kondisi ketidaksetaraan yang dialami.

Dalam laporan The Global Gender Gap Index 2020 yang dirilis World Economic Forum, Indonesia berada di peringkat 85 dari 153 negara dengan skor 0.7 dari skala 0 - 1, dengan angka 1 menunjukkan keseimbangan. Angka tersebut tidak mengalami perubahan sejak 2018.

Di masa pandemi Covid-19 ini, tegas anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, tantangan yang dihadapi perempuan Indonesia semakin beragam dengan munculnya masalah domestik sebagai dampak kebijakan pengendalian penyebaran virus korona.

Masalah domestik yang dialami perempuan di masa pandemi, jelas anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai NasDem itu, antara lain berbentuk kekerasan fisik, tekanan ekonomi hingga tekanan psikologis akibat berbagai masalah yang dihadapi di rumah tangga.

Komisi Nasional Antikekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) dan sejumlah lembaga mitra menerima laporan 8.234 kasus kekerasan terhadap perempuan sepanjang 2020. Dari jumlah itu, 79% kasus adalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Melihat semakin kompleksnya tantangan yang harus dihadapi perempuan, Rerie mendesak, para pemangku kepentingan segera mengambil langkah-langkah strategis untuk melindungi hak-hak dasar perempuan yang terancam di masa pandemi ini.

Di sisi lain, wakil rakyat dari dapil Jawa Tengah II (Jepara, Kudus, Demak) itu berharap, perjuangan untuk menjawab tantangan dalam mewujudkan kesetaraan perempuan tidak boleh padam. Berbagai upaya untuk mendorong agar tidak ada lagi bias gender di berbagai bidang harus terus diupayakan.

Menurut Rerie, perempuan juga harus mulai mengkritisi diri dan tidak boleh takut mengambil kesempatan berkiprah di sejumlah sektor yang diminatinya.

Tentu saja upaya tersebut, tambah Rerie, harus diikuti peningkatan kapasitas dan pengetahuan yang berkelanjutan oleh setiap perempuan, agar mampu menjawab setiap tantangan dan kesempatan yang ada.

Dengan kapasitas dan pengetahuan yang setara, bahkan di atas rata-rata, Rerie yakin, perempuan dapat membangun kepercayaan diri untuk bersama-sama mengatasi berbagai tantangan yang ada di masa kini dan di masa datang.[*]