Willy Aditya: Politik tidak Butuh Orang yang Pintar

0

TANGERANG (10 November): Politik bukan ajang perebutan dan adu kekuasaan semata. Sebab kalau politik hanya soal itu, hutan rimba juga menyelenggarakan hal itu.

“Politik menjadi pertarungan hewaniah semata. Ini tidaklah mencerminkan zoon politicon yang dimaksudkan oleh Aristoteles,” demikian disampaikan Wakil Sekjen Partai NasDem Willy Aditya dalam acara Diskusi dan Bedah Buku Moralitas Republikan di Bupe Resto, BSD, Tengerang, Kamis (10/11).

Willy menandaskan, politik yang dilakukan oleh manusia sebagai makhluk politik adalah membangun peradaban. Oleh karena itu politik harus sepenuhnya dimaksudkan untuk memenuhi kepentingan orang banyak (publik).

“Itulah mengapa negara kita berupa republik yang maknanya kepentingan bagi orang banyak,” imbuhnya.
Yang disebut moralitas republikan ini, Willy melanjutkan, adalah moralitas para politisi yang beralaskan pada semangat kepentingan publik di atas kepentingan privat.

willy-buku-1 “Menjadi seorang pejabat publik harus siap untuk kehilangan ruang-ruang privat lebih banyak,” tutur alumnus Filsafat UGM ini.

Moralitas seorang republikan akan diuji saat seseorang menjadi pejabat publik. Oleh karena itu politik tidak butuh orang yang pintar.

“Politik hanya butuh orang-orang yang berpihak!” tegas Willy.

Keberpihakan inilah yang dicontohkan seorang Surya Paloh. Saat Pilpres 2014 lalu, Ketua Partai NasDem ini memperlihatkan totalitas dukungannya kepada Jokowi. Bentuk totalitas itu adalah dukungan tanpa syarat apapun. Seorang Surya Paloh tidak meminta jatah apapun saat menyatakan dukungannya kepada Jokowi. Selain itu, proses dukungannya itu dilakukan dengan waktu yang tidak bertele-tele.

“Hanya dengan waktu yang singkat dan tidak bertele-tele, Pak Surya langsung mendukung tanpa syarat. Saat itu pula mahar politik jadi luluh lantak dibuatnya,” ungkapnya.

Apa yang diperlihatkan oleh Surya Paloh ini, lanjut Willy, adalah wujud dari moralitas seorang republikan. Moral yang mengedepankan kepentingan yang lebih besar di atas kepentingan yang sempit.(*)

Leave a Reply

%d bloggers like this: