Tokoh di Balik Kampung Konservasi Caping Biru Tangsel

0

TANGSEL, BANTEN (20 November): Kulitnya yang legam nampak semakin gelap. Maklum sudah 4 hari dalam seminggu, kader NasDem ini berada di Kampung Konservasi Caping Biru. Sebuah perkampungan yang nampak asri dengan berbagai jenis tanaman yang mulai mengembang. Ada banyak aneka tanam yang dirawatnya. Ada padi, bawang, kacang-kacangan sampai berbagai jenis sayuran seperti terong, labu, dan berbagai jenis daun-daunan.

Gusri Effendi adalah perintis dan pioner Kampung Konservasi Caping Biru yang bertekad meningkatkan taraf hidup masyarakat di sekitar bantaran kali Angke Kampung Buaran, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten.

img-20161119-wa0011

Pada satu kesempatan saat berdialog dengan laki-laki berkumis itu, nampak sekali kesederhanaan dan ketulusan seorang Gusri. Setiap hari ia terjun langsung memotifasi para petani untuk terus bergiat. Tidak segan-segan dia mencangkul sendiri, memindahkan bibit pohon dan kerja-kerja tani lainnya.

Sesungguhnya, Gusri adalah seorang pengusaha sukses. Ia mengelola beberapa rumah makan yang tergolong laris di kawasan Tangsel. Namun karena dedikasinya itu pula, ia dipercaya menjadi Ketua Perhimpunan dan Restoran Indonesia (PHRI) Cabang Tangerang Selatan.

Komitmen yang begitu tinggi terhadap dunia pertanian, menghantar Gusri mengembangkan usaha pupuk organik.

“Dari pengolahan sampah-sampah restoran, kami baru bisa memproduksi pupuk organik sebanyak 30 ton perbulan,” ujar Gursfi merendah.

Berbincang dengan Gusri, tidak terasa menjadi begitu betah berjam jam.  Selain memiliki keahlian memotifasi, ia juga menguasai data dan angka-angka yang berkaitan dengan produksi pertanian. Kalau ia sudah mulai membuka ‘tablet’nya, memperlihatkan berbagai grafik produksi pertanian, kita akan larut hingga lupa jam makan.

“Jika kita ingin menekuni sesuatu, ya harus total tidak bisa setengah-setengah,” ujarnya ketika itu.

Hal ini nampak saat acara  penanaman berbagai pohon produktif di Kampung Konservasi Caping Biru itu. Bukan hanya Gusri, tapi seluruh anggota keluarganya terlibat. Istri dan anaknya ikut sibuk sejak pagi hingga sore setelah anggota Wantimpres Yan Darmadi meninggalkan lokasi.

Tidak berlebihan jika Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW)Partai Nasdem Banten Wawan Iriawan berujar, ‘Kakak Gusri ini merupakan aset langkah yang amat berharga bagi Nasdem di Banten ini’.( Hermawi Taslim/*)

Leave a Reply

%d bloggers like this: