Musuh Bangsa adalah Kebodohan dan Kemiskinan

0

JAKARTA (4 Desember): Sudah 71 tahun merdeka, dalam kemerdekaan yang sudah dialami ini, harus diakui perjuangan penghatarkan cita cita kemerdekaan itu belum sepenuhnya dimiliki, masyarakat yang adil makmur belum dimiliki sepenuhnya.

Demikian ungkapan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di acara Parade Budaya #KitaIndonesia yang dilangsungkaan di Jalan Thamrin-Jalan Sudirman, Jakarta, Minggu (4/12).

“Maka untuk itu kita harus terus menerus memperjuangkan agar tujuan tujuan kemerdekaan itu semakin mendekati dari hari ke hari,” ujar Surya berapi-api.

Lebih jauh disampaikan Surya, untuk mencapai tujuan kemerdekaan itu ada syaratnya, sesuatu yang tidak boleh ditinggalkan dalam keseharian kita untuk menghantarkan tujuan itu, sebagai bangsa yang hebat, bangsa yang dihargai bangsa bangsa lain, yaitu kita semua harus bersatu.

sp

“Tidak mungkin kita mendekati cita cita kemerdekaan ini kalau kita tercerai berai, kalau kita tidak percaya satu sama lain.

Indonesia membutuhkan persatuan kita. Kita menginginkan saudara saudara kita setanah air, berbeda suku, etnik, agama, golongan tetapi untuk satu hal yang saya yakini, yang saya perjuangan terus bersama saudara, persatuan kita tidak boleh tergoyahkan,” tegas Surya.

Mencermati eskalasi politik yang belakangan ini agak memanas, Surya seolah mengingatkan pada semua warga masyarakat yang hadir di Parade Budaya #KitaIndonesia, bahwa musuh bangsa Indonesia bukanlah antar golongan, bukan satu kelompok dengan kelompok lain.

“Musuh kita bukan kelompok satu dengan yang lain, bukan antar golongan, musuh utama kita adalah kebodohan dan kemiskinan, musuh utama kita adalah kebodohan dan kemiskinan,” tegas Surya berulang-ulang.

Dilanjutkan Surya, sebagai bangsa besar, Indonesia tidak mau kebodohan dn kemiskinan itu ditertawakan oleh bangsa-bangsa lain di dunia. Surya juga mengingatkan kemiskinan juga akan menjadi tertawaan bangsa lain di dunia.

“Oleh karena itu, maka diperlukan kembali semangat persatuan dan kesatuan.  Semangat ideologi memberikan dasar kita yang Pancasila sebagai pandangan hidup kita, sebagai landasan hidup dan alat pemersatu,” tegas Surya.

Tidak bisa dipungkiri, Indonesia yang beragam itu memiliki berbagai perbedaan. Boleh saja kita berbeda dalam banyak hal, pikiran dan kebijakan. Tetapi jika berbicara dalam semangat persatuan dan kesatuan, harus diyakini dan percaya kita pasti bisa.

Tidak berhenti sampai di situ, Surya juga menegaskan kepada pemerintahan Jokowi-Jk agar bekerja lebih keras lagi, untuk dekat dengan aspirasi rakyat, tetap membawa pikiran pikiran perubahan untuk Indonesia yang lebih baik.

“Saya yakin dan percaya pada Tuhan Yang Maha Esa, kita pasti yakini, ada niat baik di hati kita, tidak ada niat untuk iri, dengki, cemburu yang merugikan bangsa kita, dan saya yakin niat baik itu akan mendapat balasan yang baik di dunia dan akhirat,” pungkas Surya yang diiringi dengan yel-yel KitaIndonesia.(*)

Leave a Reply

%d bloggers like this: