Dahlan Tersangka Mobil Listrik tanpa Rekayasa

0

JAKARTA (3 Februari): Jaksa Agung HM Prasetyo menegaskan penetapan tersangka mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan dalam kasus dugaan korupsi mobil listrik tidak ada tendensi apapun atau mencari-cari kesalahan.

“Jadi tidak ada tendensi sama sekali untuk mencari-cari, merekayasa apalagi memaksakan kehendak. Ini ada putusan MA menyatakan Dasep Ahmadi terbukti melakukan korupsi bersama-sama sesuai dakwaan primer,” katanya di Jakarta, Jumat (3/2).

Ia menambahkan jika membaca dakwaan primernya, Dasep Ahmadi bersama Dahlan Iskan melakukan korupsi. “Ini, apa harus dibiarkan?,” katanya.

Kejaksaan Agung menetapkan mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan mobil listrik.

“Ya benar sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, M Rum seperti dilaporkan Antaranews.com.

Prasetyo mengatakan pihaknya segera memeriksa Dahlan Iskan sebagai tersangka guna menindaklanjuti putusan MA yang menyebutkan keterlibatan dalam kasus tersebut atas nama Direktur PT Sarimas Ahmadi Pratama, Dasep Ahmadi.

“Saya sudah menerima putusan MA yang menyatakan bahwa Dasep Ahmadi melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama sesuai dakwaan primer. Yang ada di situ Dahlan Iskan, siapa lagi,” kata Prasetyo.

Dasep Ahmadi merupakan Direktur PT Sarimas Ahmadi Pratama. Di tingkat pertama dia divonis 7 tahun penjara, denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan dan membayar uang pengganti sebesar Rp17,1 miliar atau diganti hukuman 2 tahun penjara.

Vonis itu lebih rendah dibandingkan tuntutan penuntut umum yakni 12 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 6 bulan penjara serta membayar uang pengganti Rp28,9 miliar subsider 2 tahun kurungan.

Karena itu, kata dia, dirinya sudah memerintahkan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus segera menindaklanjuti putusan yang telah berkekuatan hukum tetap itu.

“Ini saya minta kepada Jampidsus, dia sakit-sakitan terus katanya. Bahkan begitu pandainya membentuk opini ketika ditaruh sementara di Madaeng, dia menyebar foto-fotonya tidur di lantai. Untuk apa tidur di lantai dia pakai sarung,” katanya.*

Leave a Reply

%d bloggers like this: