TILAMUTA (9 September): Anggota DPR RI dari Dapil Gorontalo, Rachmat Gobel, menegaskan komitmennya untuk ikut langsung menanam bambu petung pada November 2025 mendatang. Ia menyebut program menanam bambu petung sebagai model pembangunan hijau yang bisa direplikasi di seluruh kabupaten di Gorontalo.
“Boalemo menunjukkan bahwa melawan pemanasan global bisa sekaligus membuka peluang ekonomi. Inilah pembangunan berkelanjutan yang nyata,” ucap Gobel di Boalemo, Gorontalo, Sabtu (6/9/2025).
Kabupaten Boalemo tengah bersiap memasuki babak baru pembangunan ekonomi yang berpihak pada lingkungan. Melalui inisiatif penanaman bambu petung seluas 1.000 hektare, pemerintah daerah bersama legislator Rachmat Gobel menggagas konsep ekonomi hijau yang menyatukan kepentingan ekologi dan kesejahteraan rakyat.
Bambu petung selama ini dikenal sebagai jenis bambu unggulan Indonesia dengan pasar luas. Selain digunakan untuk bahan bangunan dan furnitur, rebungnya bisa diolah jadi makanan, sementara seratnya potensial bagi industri kertas dan tekstil ramah lingkungan.
Dengan meningkatnya tren produk hijau dan keberlanjutan di pasar global, bambu petung berpeluang besar menjadi komoditas ekspor unggulan. Boalemo berpotensi menjadi sentra produksi sekaligus pusat inovasi produk berbasis bambu.
Program ini tidak hanya berorientasi pada keuntungan jangka pendek. Dengan sistem perakaran yang kuat dan daya serap karbon tinggi, bambu petung juga melindungi lahan dari erosi dan membantu menekan emisi karbon.
Masyarakat desa yang terlibat dalam penanaman dan pengolahan bambu akan merasakan langsung manfaat ekonomi, sementara generasi mendatang akan mewarisi lingkungan yang lebih sehat.
“Inisiatif ini bukan sekadar proyek lokal, melainkan investasi jangka panjang untuk Boalemo dan Gorontalo,” tegas Gobel.
Dengan dukungan politik dan kebijakan yang kuat, program bambu petung di Boalemo diyakini akan menjadi contoh nyata bagaimana lingkungan dan ekonomi bisa tumbuh bersama.
Bupati Boalemo Rum Pagau menyambut hangat kunjungan Gobel yang datang membawa dukungan penuh terhadap program ini. Lebih dari sekadar penghijauan, penanaman bambu petung dinilai mampu menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat.
Bambu petung bukan hanya penyelamat lingkungan, tapi juga modal ekonomi, bisa membuka lapangan kerja, jadi bahan industri, hingga mendorong ekspor. (Alfian/*)
0 Komentar