Jemaah Haji Diimbau Tetap Tenang dan Fokus Ibadah di Tengah Konflik

JAKARTA (21 April): Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Lisda Hendrajoni, menegaskan bahwa pelaksanaan ibadah haji 2026 tetap menjadi prioritas utama pemerintah dan akan diupayakan berjalan dengan baik meski terdapat dinamika konflik di kawasan Timur Tengah (Timteng).

Menanggapi kekhawatiran publik terkait situasi geopolitik di kawasan tersebut, Lisda meminta calon jemaah haji Indonesia untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum tentu dapat dipastikan kebenarannya.

“Pastinya jemaah haji menjaga kesehatan dan fokus pada ibadahnya sehingga tidak perlu terlalu cemas. Kita selalu berserah diri pada Allah,” ujar Lisda seusai Rapat Paripurna DPR RI, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Ia menekankan bahwa pemerintah bersama otoritas terkait akan terus melakukan koordinasi intensif untuk memastikan seluruh aspek penyelenggaraan haji, termasuk keamanan dan kelancaran perjalanan jemaah Indonesia, tetap terjamin.

“Ikuti saja bimbingan dari pemerintah, melalui pembimbing haji yang memang selama ini sudah mendampingi. Ikuti saja itu, terus berdoa. InsyaAllah Allah lindungi kita semua dan semuanya berjalan dengan baik,” tambahnya.

Terkait penyelenggaraan haji 2026, Lisda menyebut bahwa Komisi VIII DPR RI terus memantau perkembangan persiapan di tengah berbagai tantangan, termasuk situasi kawasan.

Legislator NasDem dari Dapil Sumsel I itu juga menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi agar potensi gangguan tidak berdampak pada pelayanan jemaah.

“Kami dari Komisi VIII juga terus memantau. Kita berharap apa yang terjadi tahun lalu tidak terulang lagi, semuanya menjadi lebih baik. Tapi tentu tetap harus terus kita amati dan pantau,” kata Lisda.

Menurutnya, evaluasi dari penyelenggaraan tahun sebelumnya menjadi dasar penting untuk memperbaiki layanan haji, mulai dari akomodasi, transportasi, hingga konsumsi jemaah, agar pelaksanaan haji 2026 dapat berjalan lebih optimal.

Di tengah situasi global yang dinamis, Lisda menegaskan bahwa prinsip utama yang harus dijaga adalah keselamatan dan kenyamanan jemaah Indonesia selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. (Yudis/*)

Add Comment