Emansipasi Perempuan Harus Terus Tumbuh di Tengah Tantangan Zaman
JAKARTA (22 April): Momentum peringatan Hari Kartini menjadi pengingat pentingnya emansipasi perempuan untuk terus bertumbuh dan berdaya di tengah tantangan zaman. Anggota Komisi VIII DPR RI, Dini Rahmania, mengajak perempuan Indonesia meneladani jejak inspiratif para tokoh bangsa, mulai dari R.A. Kartini, hingga Laksamana Malahayati.
Menurutnya, substansi emansipasi bukan sekadar mengejar kesetaraan, melainkan tentang ketersediaan kesempatan. Dini menekankan bahwa perempuan harus memiliki ruang untuk tumbuh, didengar, dan berperan tanpa dibatasi oleh sekat-sekat gender.
“Inti dari emansipasi itu sederhana, perempuan diberi kesempatan yang sama untuk berkembang dan memberi manfaat bagi sesama,” ujar Dini, Selasa (21/4/2026).
Alumnus FISIP Universitas Airlangga itu menyebut Kartini sebagai pembuka jalan. Keberanian Kartini dalam berpikir kritis di masa lampau menjadi fondasi bagi perempuan masa kini untuk bisa menempuh pendidikan, bekerja, hingga menduduki posisi kepemimpinan.
“Tugas kita sekarang bukan lagi merintis jalan seperti perjuangan Kartini dahulu, melainkan melanjutkan dan mengisi jalan itu dengan karya-karya nyata,” tuturnya.
Selain Kartini, Dini juga mengagumi sosok Malahayati sebagai simbol keberanian fisik dan mental. Pejuang asal Aceh tersebut dinilai membuktikan bahwa perempuan mampu berdiri di garis depan, bahkan dalam situasi tersulit.
“Malahayati mengajarkan bahwa perempuan tidak hanya kuat secara hati, tetapi juga tangguh dalam tindakan nyata,” jelasnya.
Dalam konteks modern, Dini menunjuk Khofifah sebagai teladan pemimpin perempuan yang tangguh dan peduli. Menurutnya, kepemimpinan perempuan kerap lebih peka terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
“Sisi kepedulian ini penting, karena kepemimpinan perempuan sering kali lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (Yudis/*)