Home / Berita / Berita
Berita

Lisda Hendrajoni Soroti Minimnya Edukasi Jemaah soal Aturan di Arab Saudi

đź“… 15 Mei 2026 đź’¬ 0 Komentar
Bagikan artikel:

PADANG (15 Mei): Anggota Komisi VIII DPR RI, Lisda Hendrajoni, menyoroti minimnya sosialisasi kepada jemaah haji Indonesia terkait aturan hukum dan budaya di Arab Saudi, menyusul kasus seorang jemaah haji Indonesia diamankan aparat keamanan karena merekam perempuan Arab tanpa izin.

Kasus tersebut menjadi perhatian publik setelah video penangkapan jemaah asal Indonesia itu beredar di media sosial. Jemaah tersebut disebut diamankan di kawasan Madinah karena diduga merekam seorang perempuan Arab, yang dalam aturan dan budaya setempat dianggap sebagai pelanggaran privasi serius.

Lisda menegaskan, kejadian itu harus menjadi evaluasi bagi penyelenggara ibadah haji agar tidak hanya fokus pada aspek teknis perjalanan dan ibadah, tetapi juga memperkuat edukasi mengenai norma sosial, etika, dan hukum yang berlaku di Arab Saudi.

“Masih banyak jemaah kita yang belum memahami secara utuh aturan sosial dan budaya di Arab Saudi. Hal-hal yang mungkin dianggap biasa di Indonesia, bisa menjadi persoalan hukum di sana,” ujar Lisda, Kamis (14/5/2026).

Legislator Partai NasDem itu menilai materi manasik haji perlu diperluas, termasuk pemahaman mengenai larangan mengambil foto atau video orang lain tanpa izin, terutama terhadap perempuan.

Menurutnya, Pemerintah Arab Saudi sangat menjunjung tinggi privasi masyarakatnya. Karena itu, tindakan merekam atau memotret seseorang tanpa persetujuan dapat berujung pada sanksi hukum.

“Jangan sampai niat mengabadikan momen justru berakhir menjadi persoalan hukum. Ini yang harus benar-benar dipahami oleh jemaah kita sebelum berangkat,” katanya.

Lisda juga menyoroti pentingnya edukasi mengenai penggunaan media sosial selama berada di Tanah Suci. Ia menyebut hampir seluruh jemaah kini membawa telepon genggam dan aktif membagikan aktivitas di media sosial, sehingga pemahaman soal etika dokumentasi menjadi sangat penting.

Ia meminta petugas haji, pembimbing ibadah, hingga ketua kloter lebih aktif mengingatkan jemaah terkait aturan dan budaya di Arab Saudi sejak proses manasik di daerah.

“Petugas jangan hanya fokus pada teknis keberangkatan dan ibadah. Pemahaman tentang budaya, aturan hukum, dan etika di Arab Saudi juga sangat penting demi melindungi jemaah kita,” ujarnya.

Lisda turut mengimbau calon jemaah haji Indonesia agar lebih bijak menggunakan telepon genggam dan menghindari merekam orang lain tanpa izin, terutama perempuan dan aparat keamanan setempat.

“Haji bukan hanya soal ibadah ritual, tetapi juga bagaimana kita menunjukkan akhlak, kedisiplinan, dan penghormatan terhadap aturan negara lain. Jangan sampai karena ketidaktahuan, jemaah kita harus berhadapan dengan masalah hukum di Tanah Suci,” tutup wakil rakyat dapil Sumbar I itu. (bee/*)

Diskusi

0 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *