DI tengah jutaan jamaah haji dari seluruh dunia yang bersiap menjalani puncak ibadah haji di Padang Arafah, sosok Mbah Marsiah Salim mencuri perhatian. Perempuan asal Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Jawa Timur itu datang dengan usia yang tak lagi muda: 105 tahun.
Meski telah melewati satu abad kehidupan, semangat Mbah Marsiah untuk menyempurnakan rukun Islam kelima tak surut sedikit pun. Dengan senyum hangat dan mata berbinar, ia mengaku bahagia karena impian panjangnya akhirnya menjadi kenyataan.
“Alhamdulillah, atiku marem (hatiku senang),” ujar Mbah Marsiah di Makkah, Senin (25/5).
Mbah Marsiah menjadi jamaah haji tertua asal Indonesia, tahun ini. Ia tergabung dalam Kelompok Terbang 112 Embarkasi Surabaya (SUB 112) dan berangkat ke Tanah Suci didampingi anak keduanya, Nuriah (63).
Di tengah cuaca panas ekstrem yang menyelimuti Makkah dan Arafah, kondisi jamaah lansia menjadi perhatian serius petugas. Namun, Mbah Marsiah dinyatakan siap lahir dan batin menjalani prosesi wukuf yang menjadi inti ibadah haji.
Untuk membantu mobilitasnya, Mbah Marsiah menggunakan kursi roda selama berada di kawasan Armuzna. Petugas layanan Lansia dan Disabilitas (Landis) bersama tim medis kloter juga terus melakukan pendampingan dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Meski perjalanan dari Indonesia menuju Arab Saudi cukup panjang dan melelahkan, tak tampak raut lelah di wajah perempuan berusia seabad lebih itu. Seluruh pergerakannya selama di Tanah Suci juga akan dikawal langsung oleh anak kandungnya.
Kisah Mbah Marsiah menjadi pengingat bahwa usia bukan penghalang untuk memenuhi panggilan ke Baitullah. Semangat dan keteguhannya pun menginspirasi banyak orang.
(WH/AS)
0 Komentar