Home / Berita / Berita Fraksi
Berita Fraksi

Swasembada Jangan hanya Andalkan Perluasan Lahan Pertanian

đź“… 10 Jun 2026 đź’¬ 0 Komentar
Bagikan artikel:

JAKARTA (10 Juni): Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Muhammad Habibur Rochman, mengingatkan bahwa upaya mewujudkan swasembada pangan nasional tidak boleh hanya mengandalkan program perluasan lahan pertanian.

Menurutnya, peningkatan produktivitas lahan yang sudah ada harus menjadi perhatian utama pemerintah agar target produksi pangan dapat tercapai secara berkelanjutan.

Habib, sapaan Habibur Rochman, menyoroti porsi anggaran yang masih banyak diarahkan pada program cetak sawah, optimalisasi lahan, pembangunan irigasi, hingga pengadaan alat dan mesin pertanian.

“Kami melihat bahwa program cetak sawah dan optimalisasi lahan menjadi salah satu tulang punggung pencapaian target produksi pangan. Namun pertanyaannya, apakah akar persoalan produksi pangan nasional saat ini benar-benar terletak pada kurangnya luas lahan, atau justru pada rendahnya tingkat produktivitas lahan yang sudah ada?” ujar Habib dalam rapat kerja Komisi IV dengan Menteri Pertanian, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Raker tersebut terkait pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2027.

Legislator Fraksi Partai NasDem itu mengatakan peningkatan produktivitas harus menjadi fokus utama melalui penguatan riset pertanian yang berkelanjutan, terutama dalam menghasilkan benih dan bibit unggul.

“Kami mendorong peningkatan produktivitas melalui pendekatan riset yang intensif dan berkelanjutan untuk menghasilkan benih dan bibit unggul. Produksi pangan tidak semata-mata meningkat karena cetak sawah yang masif, tetapi juga karena penggunaan benih dan bibit unggulan,” tegasnya.

Selain persoalan produktivitas, Habib juga menyoroti keberadaan penyuluh pertanian yang dinilai memiliki peran strategis dalam mendampingi petani. Namun ia mengingatkan adanya tantangan serius karena banyak penyuluh yang mulai memasuki masa pensiun.

Saat ini, kata Habib, masih terdapat penyuluh yang harus mendampingi tiga hingga empat desa sekaligus. Kondisi tersebut berpotensi semakin berat apabila kebutuhan tenaga penyuluh tidak segera dipenuhi.

“Jangan sampai kekosongan penyuluh nantinya menjadi problem di lapangan. Ini harus kita pikirkan bersama karena banyak penyuluh yang mulai memasuki masa pensiun,” katanya.

Habib juga meminta pemerintah memberi perhatian lebih besar terhadap subsektor peternakan. Menurutnya, kebutuhan daging dan susu nasional masih menjadi tantangan yang harus dijawab melalui penguatan sektor peternakan sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan nasional.

Di sisi lain, ia menilai program hilirisasi pertanian perlu mendapat porsi yang lebih besar dalam struktur anggaran Kementerian Pertanian.

Sebab nilai tambah terbesar bagi petani tidak hanya berasal dari peningkatan produksi, tetapi juga dari kemampuan mengolah hasil pertanian menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

“Kami meminta Kementerian Pertanian memastikan setiap tambahan anggaran benar-benar diarahkan pada program yang memiliki dampak langsung terhadap peningkatan produksi pangan, peningkatan kesejahteraan petani, serta pencapaian target swasembada pangan,” ujarnya.

Habib menegaskan bahwa efektivitas penggunaan anggaran harus menjadi perhatian utama agar setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Penggunaan anggaran harus efektif dan memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan hasil yang nyata bagi bangsa dan negara,” pungkasnya. (yudis/*)

Diskusi

0 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *