JAKARTA (18 Juni): Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Roberth Rouw, meminta pemerintah segera memenuhi kebutuhan pengadaan dan modernisasi radar cuaca milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Ketersediaan sistem deteksi cuaca yang memadai dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk menjamin keselamatan masyarakat, khususnya nelayan, serta memperkuat upaya mitigasi bencana di berbagai daerah.
Robeth mengungkapkan bahwa BMKG masih menghadapi kekurangan puluhan unit radar yang diperlukan untuk memperluas jangkauan layanan informasi cuaca.
Selain itu, sejumlah radar yang saat ini beroperasi juga telah melampaui usia teknis sehingga memerlukan penggantian dan pembaruan teknologi.
“Kita mendapat informasi bahwa masih ada kekurangan sekitar 30 radar yang diperlukan. Selain itu, ada sekitar 20 radar yang sudah melewati masa operasionalnya. Umumnya radar digunakan sekitar 10 tahun, tetapi ada yang sudah berusia 15 tahun sehingga perlu segera diganti dan dimutakhirkan,” ujar Roberth, Rabu (17/6/2026).
Menurut legislator Partai NasDem dari dapil Papua Pegubungan itu, informasi cuaca yang akurat dan cepat merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat.
Tanpa dukungan peralatan yang memadai, kemampuan pemerintah dalam memberikan peringatan dini dan membantu masyarakat mengantisipasi risiko cuaca ekstrem akan menjadi terbatas.
“Apapun informasi terkait cuaca sangat dibutuhkan masyarakat. Jika informasi itu tidak tersedia secara optimal, bagaimana masyarakat bisa melakukan antisipasi terhadap potensi bahaya yang akan terjadi,” tegasnya.
Selain menyoroti kebutuhan BMKG, Roberth memberikan perhatian terhadap dukungan anggaran bagi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).
Ia menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan operasional Basarnas tidak boleh diabaikan karena berkaitan langsung dengan penyelamatan nyawa manusia saat terjadi bencana maupun kecelakaan.
“Basarnas ini menyangkut nyawa manusia. Karena itu, kebutuhan Basarnas harus dapat dipenuhi, terutama ketika terjadi bencana atau kecelakaan yang memerlukan respons cepat dan efektif,” katanya.
Meski demikian, ia optimistis kebutuhan penanganan keadaan darurat tetap dapat terpenuhi melalui kolaborasi lintas lembaga dan dukungan pemerintah dalam skema pendanaan kebencanaan.
Selama ini, berbagai instansi disebut telah menunjukkan sinergi yang baik dalam membantu operasi pencarian dan pertolongan ketika terjadi musibah. (dpr.go.id/*)
0 Komentar