Home / Berita / Berita Fraksi
Berita Fraksi

Tak Ingin Sejarah Terlupakan, NasDem Riau Gelar Nobar Film Rengat 1949

📅 22 Jun 2026 💬 0 Komentar
Bagikan artikel:

PEKANBARU (22 Juni): Demi menjaga pengetahuan generasi muda terhadap sejarah perjuangan bangsa, Partai NasDem Riau menggelar nonton bareng (nobar) dan bedah film sejarah Rengat 1949 di Gedung Anjung Seni Idrus Tintin, Pekanbaru, Sabtu (20/6). Kegiatan tersebut sebagai upaya menghadirkan edukasi kebangsaan melalui media yang lebih dekat dengan anak muda.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPW Partai NasDem Riau Dedi Harianto Lubis mengatakan, film karya Fitra Asrirama itu layak mendapat apresiasi karena mengangkat peristiwa sejarah penting yang harus terus dikenang.

“Sejarah di Republik ini perlu terus diulang, terutama bagi generasi muda, agar mereka mengetahui dan memahami cerita perjuangan yang terjadi sebelum masa kita saat ini,” kata Dedi kepada partainasdem.id, Senin (22/6).

Menurutnya, kegiatan nobar dan bedah film merupakan metode yang efektif untuk memberikan edukasi politik dan kebangsaan kepada masyarakat. Partai NasDem, lanjutnya, mendukung penuh kegiatan yang mengedepankan nilai-nilai sejarah dan nasionalisme.

Dedi juga berharap, pemerintah daerah, melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Riau terus memberikan dukungan terhadap kegiatan edukatif serupa. Ia menilai, film Rengat 1949 mampu mengingatkan masyarakat tentang pengorbanan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan Indonesia.

Selain itu, Dedi mengapresiasi kerja tim kreator yang melakukan riset mendalam selama hampir satu tahun. Ia berharap, semakin banyak karya film yang mengangkat sejarah daerah di Indonesia.

Sementara itu, Analis Kebijakan Kesbangpol Riau Tengku Hardiyan menilai, film Rengat 1949 memiliki nilai edukasi yang kuat di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi digital, saat ini.

“Kegiatan ini sangat luar biasa. Film ini mampu menumbuhkan rasa cinta tanah air di kalangan generasi muda,” ujarnya.

Di sisi lain, kreator film Rengat 1949, Fitra Asrirama, mengungkapkan bahwa film tersebut dibuat karena peristiwa Rengat merupakan bagian penting dari sejarah Riau yang belum banyak diketahui generasi muda. Dalam proses produksinya, tim melakukan riset melalui buku sejarah, kliping berita lama, serta wawancara dengan veteran dan keluarga korban.

Fitra menjelaskan, keterbatasan saksi hidup dan anggaran menjadi tantangan terbesar dalam penggarapan film tersebut. Karena itu, tim memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membantu proses produksi sejumlah adegan.

Dia berharap, melalui film Rengat 1949, masyarakat semakin mengenal sejarah daerahnya dan menghargai perjuangan para pendahulu sebagai bagian dari kontribusi besar masyarakat Riau dalam perjalanan sejarah Indonesia yang perlu diwariskan kepada generasi penerus.

(WH/AS)

Diskusi

0 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *