Home / Berita / Berita
Berita

Kalau Besok Kamu Memimpin Indonesia, Sudah Siap?

📅 18 Jul 2026 💬 0 Komentar
Bagikan artikel:

JAKARTA (18 Juli): Hampir setiap anak muda pernah membayangkan menjadi seseorang yang mengubah Indonesia. Ada yang bermimpi menjadi Presiden, Wakil Presiden, Ketua DPR, Ketua MPR, Menteri, Kepala Daerah, atau pejabat publik yang kebijakannya membawa perubahan bagi jutaan orang.

Namun, mimpi itu melahirkan satu pertanyaan yang jauh lebih penting, kalau kesempatan itu benar-benar datang suatu hari nanti, apakah kita sudah siap mengambil keputusan untuk sebuah bangsa?

Sebab memimpin negara bukan hanya soal pidato yang menginspirasi atau popularitas di media sosial. Ada keputusan-keputusan sulit yang harus diambil, perbedaan yang harus dikelola, kepentingan yang harus dipertemukan, serta tanggung jawab besar yang harus dipikul.

Pertanyaan itulah yang dijawab melalui pengalaman langsung dalam Remaja Bernegara (RBN) Batch 25 Season 4. Sebanyak 28 pelajar SMA dan mahasiswa dari berbagai daerah, terutama Jabodetabek, mengikuti simulasi penyelenggaraan negara yang digelar di NasDem Tower, Sabtu (18/7).

Selama 4,5 jam, mereka menanggalkan identitas sebagai pelajar dan mahasiswa untuk masuk ke dalam ruang tempat keputusan-keputusan publik dirumuskan. Mereka bergantian memerankan anggota DPR, Menteri, hingga pejabat publik, serta terlibat dalam proses pembahasan dan pengambilan kebijakan sebagaimana berlangsung dalam praktik demokrasi.

Di setiap sesi simulasi, peserta ditantang menyampaikan argumentasi, mendengarkan pandangan yang berbeda, mempertahankan gagasan, sekaligus mencari titik temu demi menghasilkan keputusan bersama. Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa mengambil keputusan ternyata jauh lebih kompleks dibandingkan sekadar memberikan komentar dari luar.

Pengalaman itu dirasakan langsung oleh Fairuz Khalishah, siswi SMA Negeri 13 Jakarta Utara. Baginya, simulasi rapat menjadi sesi yang paling berkesan karena menghadirkan suasana yang sangat mendekati proses persidangan di DPR.

“Simulasinya benar-benar terasa seperti rapat DPR. Kami bukan hanya menyaksikan, tetapi ikut menyampaikan pendapat dan terlibat dalam prosesnya. Saya semakin yakin bahwa jabatan publik bukan sekadar posisi, melainkan aksi dan kontribusi. Politik juga bukan hanya milik orang dewasa, tetapi ruang belajar bagi generasi muda untuk mempersiapkan masa depan,” ujar Fairuz.

Hal senada disampaikan Chintya Sitorus, siswi SMAN 68 Jakarta. Ia mengaku memperoleh pengalaman baru tentang bagaimana sebuah kebijakan dibahas dan bagaimana setiap aspirasi mendapat ruang untuk disampaikan.

“Awalnya saya membayangkan tugas anggota DPR hanya terlihat rumit dari luar. Setelah mengikuti simulasi ini, saya jadi paham ternyata prosesnya panjang dan membutuhkan banyak persiapan. Kami juga diberi kesempatan menyampaikan aspirasi. Kegiatannya seru sekaligus membuka wawasan. Program seperti ini layak diikuti lebih banyak anak muda,” katanya.

Bagi banyak peserta, RBN menghadirkan pengalaman belajar yang tidak ditemukan di ruang kelas. Mereka tidak hanya memahami sistem politik Indonesia, tetapi juga merasakan pentingnya komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, kepemimpinan, serta tanggung jawab dalam setiap proses pengambilan keputusan.

Suasana diskusi yang dinamis, pertukaran ide, hingga simulasi penyelesaian persoalan publik memperlihatkan bahwa demokrasi bukan sekadar tentang siapa yang paling lantang berbicara, tetapi tentang siapa yang mampu mendengar, mempertimbangkan berbagai sudut pandang, dan mengambil keputusan terbaik bagi kepentingan masyarakat.

Pengalaman mengikuti RBN diharapkan menjadi bekal bagi para peserta dalam menjalankan perannya sebagai warga negara. Apa pun profesi yang akan mereka pilih di masa depan, kemampuan berpikir kritis, berdialog, dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab akan selalu menjadi modal penting.

Karena masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh siapa yang bermimpi menjadi pemimpin, tetapi oleh siapa yang mau belajar memimpin sebelum kesempatan itu benar-benar datang.

(NS)

Diskusi

0 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *