SIAK (23 Juli): Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Lita Machfud Arifin, mengungkapkan berbagai situs bersejarah di Kabupaten Siak, Riau, harus mendapatkan pengawalan yang serius untuk kelestariannya.
“Salah satu situs yang perlu mendapat perhatian adalah Tangsi Belanda. Situs itu sekarang tidak dapat dimanfaatkan secara optimal, padahal sebelumnya siswa memanfaatkan kawasan tersebut sebagai lokasi pembelajaran sejarah. Sekarang tidak lagi dapat berkunjung karena kondisi bangunan dinilai tidak aman,” ungkap Lita saat Kunjungan Kerja Reses Komisi X DPR dan meninjau langsung Tangsi Belanda dan Istana Siak, Rabu (22/7/2026).
Legislator NasDem dari Dapil Jatim I itu juga menuturkan, para guru yang sempat ditemuinya mengatakan, setiap tahun anak anak belajar sejarah di tempat itu. Sayangnya, antusias siswa yang cukup tinggi harus terhenti karena kondisi bangunan yang memerlukan penanganan serius.
“Pelestarian situs sejarah jangan hanya dipandang sebatas merawat bangunan tua, padahal menjaga bangunan tua itu justru merawat identitas bangsa. Kenapa begitu, karena yang namanya arsip, bangunan atau benda bersejarah dan berbagai peninggalan masa lalu merupakan jati diri bangsa yang akan diwariskan kepada generasi berikutnya,” papar Lita.
Dalam kesempatan tersebut, Lita juga mengingatkan, bahwa sejarah tidak akan pernah bisa diulang. Maka jika tidak dirawat sedini mungkin, jejak sejarah itu akan hilang di telan jaman.
“Ketika jejak sejarah itu tidak ada, maka sejatinya jati diri bangsa ikut sirna bersamanya,” tukas Lita.
Ia pun berharap, menjaga jejak sejarah harus disadari dan dilakukan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi semua anak Indonesia berkewajiban menjaga sejarah bangsanya. (nabil/*)
0 Komentar