BORONG (18 Agustus): Malam belum sepenuhnya beranjak ketika bantuan mulai tiba di sejumlah posko pengungsian di Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Di tengah keterbatasan logistik dan trauma yang masih membekas setelah gempa mengguncang Pulau Flores, warga menerima paket kebutuhan pokok melalui gerakan NasDem Peduli, Senin (17/8/2026).
Bantuan disalurkan ke sejumlah titik pengungsian, antara lain Posko Damer dan Posko Wae Ciu, Desa Satar Padut. Bantuan juga menyasar Kecamatan Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara.
Paket bantuan terdiri atas air minum, beras, telur, mi instan, dan minyak goreng. Tim NasDem tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga mendatangi langsung sejumlah posko untuk melihat kondisi warga dan mendengarkan kebutuhan mereka.
Gerakan tersebut menjadi bagian dari respons Partai NasDem terhadap gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026). Sejumlah anggota legislatif NasDem juga bergerak ke daerah pemilihan masing-masing untuk menjangkau warga yang membutuhkan bantuan awal.
Ketua DPD Partai NasDem Manggarai Timur, David Sutarto, mengatakan bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian terhadap warga yang tengah menghadapi masa sulit.
“Kami turut prihatin dengan bencana yang saat ini sedang terjadi. Untuk bantuan ini jangan lihat banyak dan sedikitnya, tetapi yang terpenting bantuan ini bisa membantu korban bencana saat ini,” kata David.
Ia menuturkan, kunjungan ke Posko Damer dan Wae Ciu dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi para pengungsi, termasuk pasien yang membutuhkan perhatian setelah gempa.
“Kami turut prihatin dengan semua pasien dan pengungsi yang ada di Posko Damer dan Wae Ciu. Kami datang untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang terdampak gempa,” ujarnya.
Respons serupa dilakukan anggota legislatif NasDem di sejumlah wilayah Flores. Anggota DPRD dari Partai NasDem Fransiska Ade Irma mengatakan, penyaluran bantuan diarahkan sebagai langkah awal untuk membantu kebutuhan mendesak warga di pengungsian.
“Hari ini kami menyalurkan bantuan paket sembako kepada para pengungsi di beberapa titik di dapil kami masing-masing. Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, tanpa melihat besar atau kecilnya jumlah yang diberikan,” ujar Fransiska.
Menurut dia, keterbatasan jumlah bantuan tidak boleh menjadi penghalang untuk bergerak. Penyaluran awal dilakukan sembari menunggu dukungan dan bantuan lanjutan dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
Bagi sebagian warga Lamba Leda Utara, bantuan tersebut menjadi berarti karena datang ketika kebutuhan pangan masih mendesak. Seorang warga bahkan menyebut bantuan dari NasDem sebagai pasokan logistik pertama yang mereka terima sejak gempa mengguncang Flores.
“Terima kasih kepada Partai NasDem yang telah merespons cepat kebutuhan kami para korban gempa. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Bunda Julie Laiskodat atas perhatian dan kontribusi besarnya bagi masyarakat di Manggarai Timur,” katanya.
Anggota DPR RI Fraksi NasDem dari Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Timur I, Julie Sutrisno Laiskodat, mengatakan situasi pascagempa membutuhkan kecepatan sekaligus kepedulian yang nyata. Menurut dia, masyarakat yang terdampak tidak boleh dibiarkan menghadapi ketidakpastian seorang diri.
“Ketika saudara-saudara kita sedang berada dalam kesulitan, tangan harus diulurkan dengan tulus, langkah harus dipercepat, dan perhatian harus diberikan dengan penuh kepedulian,” ujar Julie.
Bagi Julie, hadir di tengah masyarakat dalam situasi bencana juga merupakan cara merawat persaudaraan. Bantuan pangan menjadi pintu awal untuk memastikan warga tetap memiliki dukungan selama menjalani masa pemulihan.
“Mari kita saling mendekat dan saling menjaga. Kepada mereka yang membutuhkan pertolongan, kita hadir dengan ketulusan. Kepada mereka yang sedang diliputi ketakutan, kita hadir membawa ketenangan,” katanya.
Julie juga menyampaikan doa bagi masyarakat Flores yang terdampak gempa.
“Semoga Tuhan senantiasa melindungi seluruh masyarakat NTT, menjaga setiap keluarga, memberikan kekuatan kepada mereka yang terdampak, dan menuntun setiap langkah kita menuju pemulihan,” kata Julie.
Di sejumlah sudut Flores, proses pemulihan masih panjang. Namun dari posko-posko pengungsian, bantuan yang datang membawa satu pesan penting bahwa ketika bencana memaksa warga meninggalkan rumah, rasa kemanusiaan tetap menemukan jalan untuk mendekat. (bronto/*)
0 Komentar