NAGEKEO (23 Agustus): Sepekan setelah gempa mengguncang wilayah Nagekeo, warga Kelurahan Danga, Kecamatan Aesesa, mulai menata kembali kehidupan yang sempat terguncang. Di tengah upaya memulihkan rumah dan kondisi psikologis keluarga, sejumlah warga masih menghadapi kebutuhan kesehatan serta beban cicilan kredit yang tetap berjalan.
Persoalan itu disampaikan warga kepada anggota Komisi XI DPR RI, Julie Sutrisno Laiskodat, saat mengunjungi warga terdampak gempa di Leta Jago, RT 029, Kelurahan Danga, Sabtu (22/8/2026).
Didampingi Lurah Danga, Yohanes Lado, warga menyampaikan sejumlah kebutuhan yang masih mereka hadapi, mulai dari pemulihan psikologis anak-anak, fasilitas kesehatan, perbaikan tempat tinggal, hingga keringanan kewajiban kredit.
Bagi warga, masa pemulihan membawa tantangan yang tidak ringan. Sebagian keluarga harus menata kembali kehidupan dan kondisi rumah, sementara kewajiban ekonomi tetap berjalan.
Yohanes mengatakan, kondisi tersebut membuat sebagian warga menghadapi tekanan ekonomi yang cukup berat. Pemerintah kelurahan berharap ada dukungan pemerintah pusat untuk membantu proses pemulihan sekaligus memberikan ruang bagi warga agar dapat kembali menata kehidupan mereka.
“Kami meminta bantuan melalui Komisi XI untuk memperjuangkan keringanan bagi warga Danga yang memiliki kredit di bank atau koperasi. Pascabencana ini, kami dihadapkan pada situasi yang sangat sulit,” ujar Yohanes.
Aspirasi tersebut mendapat perhatian Julie. Ia mengatakan persoalan kredit warga perlu ditangani melalui pendataan yang jelas sehingga dapat diteruskan kepada lembaga keuangan dan pihak terkait untuk memperoleh solusi sesuai ketentuan.
Julie meminta pemerintah kelurahan segera mengumpulkan data warga, termasuk pelaku UMKM, yang memiliki pinjaman pada lembaga keuangan formal.
“Saya meminta data para pelaku UMKM atau warga yang melakukan pinjaman di bank formal seperti BRI, Mandiri, BNI, maupun koperasi yang terdaftar resmi. Data tersebut akan kami teruskan kepada pihak terkait untuk dicarikan solusi realisasinya demi meringankan beban warga,” kata Julie.
Menurut Julie, data yang akurat diperlukan agar upaya relaksasi atau keringanan kredit dapat diarahkan kepada warga yang benar-benar terdampak bencana. Proses tersebut juga perlu mengikuti mekanisme yang berlaku pada masing-masing lembaga keuangan.
Selain persoalan ekonomi, kebutuhan kesehatan menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut. Julie mengatakan bantuan pemulihan tempat tinggal akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi pascagempa dan potensi gempa susulan.
Untuk sementara, kebutuhan mendesak di posko kesehatan dan tempat pengungsian menjadi prioritas.
“Untuk sektor kesehatan, kita akan segera bantu pengadaan tenda, obat-obatan, selimut, dan kasur lantai,” ujar Julie.
Dalam kunjungan itu, Julie juga menyerahkan bantuan stimulan tunai sebesar Rp50 juta untuk mendukung operasional para ketua RT dalam melakukan pendataan warga terdampak bencana. Ratusan paket sembako turut disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga.
Perhatian juga diberikan kepada anak-anak yang mengalami dampak psikologis akibat gempa. Kegiatan trauma healing dilakukan sebagai bagian dari upaya membantu anak-anak memulihkan rasa aman dan kembali menjalani aktivitas dengan lebih tenang.
Bagi Julie, proses pemulihan perlu berjalan bersama antara pemenuhan kebutuhan dasar, penanganan kesehatan, perbaikan hunian, dan penguatan kembali kondisi ekonomi warga.
“Yang kita lakukan sekarang adalah memastikan warga tidak berjalan sendiri dalam menghadapi masa pemulihan. Kebutuhan yang mendesak harus kita bantu, sementara persoalan jangka menengah seperti rumah dan beban ekonomi perlu kita kawal bersama,” kata Julie. (bronto/*)
0 Komentar