Home / Berita / Berita
Berita

Taufik Basari Angkat Kiprah Maria Ulfah, Perempuan dalam Sejarah Konstitusi

đź“… 27 Agu 2026 đź’¬ 0 Komentar
Bagikan artikel:

JAKARTA (27 Agustus): Ketua Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR RI Taufik Basari mengangkat kiprah Maria Ulfah Santoso dalam perjalanan sejarah konstitusi Indonesia, khususnya perjuangannya mendorong pengakuan hak-hak dasar manusia dalam Undang-Undang Dasar.

Hal itu disampaikan Taufik, dalam Diskusi Perempuan dan Konstitusi di Auditorium Perpustakaan Panglima Itam, NasDem Tower, Jakarta Pusat, Kamis (27/8).

Diskusi tersebut dibuka Wakil Ketua MPR RI sekaligus Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem Lestari Moerdijat. Hadir pula Guru Besar FISIP UI Prof. Valina Singka Subekti dengan moderator Wasekjen DPP Partai NasDem, Siar Anggretta Siagian.

Taufik mengatakan, pembahasan mengenai hukum, konstitusi dan kekuasaan, selama ini, kerap belum menempatkan peran perempuan sebagai bagian penting dari sejarah kebangsaan.

“Padahal, faktanya, ada perempuan-perempuan yang hebat, yang harus kita pahami bahwa mereka menjadi bagian yang sangat penting dalam proses kebangsaan kita,” ujar Taufik.

Ia menilai, Maria Ulfah Santoso merupakan salah satu tokoh perempuan yang patut dikenalkan, terutama kepada generasi muda. Menurutnya, Maria Ulfah pernah mendesak agar UUD 1945 memuat hak-hak dasar yang kemudian berkembang menjadi hak asasi manusia (HAM).

Taufik melanjutkan, semangat tersebut kemudian mendapatkan ruang lebih kuat setelah Reformasi 1998 melalui perubahan UUD 1945 pada 1999–2002, ketika HAM menjadi bagian penting dalam konstitusi.

Karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga HAM yang telah dijamin konstitusi, agar tidak berhenti sebagai norma, tetapi menjadi pedoman dalam kehidupan bernegara.

“Harapannya, ke depan, kita benar-benar menjaga agar hak asasi manusia yang telah kita akui menjadi bagian dari konstitusi ini, mampu untuk menjadi haluan dari kehidupan kita bernegara,” katanya.

Ia juga berharap, diskusi turut menghidupkan kembali kesadaran mengenai pentingnya HAM sekaligus mengenalkan perjuangan perempuan dalam sejarah konstitusi Indonesia.

“Itulah yang kita harapkan, hasil diskusi kita untuk bisa menempatkan pentingnya arti Hak Asasi Manusia yang di dalamnya juga ada perjuangan dari perempuan yaitu Maria Ulfah Santoso,” pungkasnya.

(WH/AS)

Diskusi

0 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *