JAKARTA (28 Agustus): Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai NasDem, Irma Suryani, menyoroti kendala pasokan listrik bagi rumah sakit yang dikhawatirkan mengganggu pelayanan kesehatan dan membahayakan keselamatan pasien.
Seperti halnya di Sumatra Selatan, pasokan listrik untuk rumah sakit sempat bermasalah, padahal wilayah itu penghasil batu bara dan minyak.
“Di dapil saya, Pak, rumah sakit di Sumatra Selatan itu lucu, Pak. Punya penghasilan batu bara, penghasil minyak, tapi seminggu tiga kali listrik mati. Dan itu yang menjadi masalah,” ujar Irma dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR dengan Kementerian Kesehatan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026)
Menurut Irma, pemadaman listrik di rumah sakit bukan sekadar persoalan fasilitas pendukung. Kondisi tersebut dapat menjadi sangat berisiko ketika terjadi saat tindakan medis atau operasi berlangsung.
“Kalau lagi operasi tiba-tiba mati, Pak, bahaya sekali. Memang itu menjadi masalah, diesel itu. Kemarin di NTT juga sama. Mereka butuh diesel,” ungkap Irma.
Ia mengatakan, persoalan ketersediaan sumber listrik cadangan juga ditemukan dalam pembangunan dan pengembangan rumah sakit di sejumlah daerah, termasuk Nusa Tenggara Timur.
Ia meminta pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik rumah sakit, tetapi juga memastikan seluruh fasilitas penunjang tersedia dan dapat berfungsi secara optimal.
“Terkait dengan pembangunan rumah sakit, Pak. Atau pembangunan rumah sakit bukan cuma yang di Flores. Tapi di seluruh Indonesia, seharusnya itu juga menjadi perhatian Kementerian Kesehatan. Karena masih banyak yang belum punya diesel, Pak.”
Untuk itu, Irma berharap Kementerian Kesehatan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk memastikan kebutuhan infrastruktur pendukung rumah sakit, termasuk sumber listrik cadangan, dapat terpenuhi.
“Saya berharap Kementerian Kesehatan mungkin bisa berkomunikasi dengan PU soal ini. Karena, kasihan, Pak,” pungkasnya. (safa/*)
0 Komentar