Home / Berita / Berita
Berita

Ketika Politik Dibawa Lebih Dekat kepada Generasi Muda

📅 29 Agu 2026 💬 0 Komentar
Bagikan artikel:

JAKARTA (29 Agustus): Ketertarikan anak muda terhadap politik tidak selalu dimulai dari ruang kelas atau organisasi. Kadang, semuanya berawal dari sebuah unggahan di Instagram, rekomendasi seorang teman, atau rasa penasaran yang muncul begitu saja. Hal itu dirasakan Dhidat Hibatullah Azira, siswa SMK Hang Tuah 1, Jakarta, dan Khayrana Asmininda, siswi SMA Yadika 8, Jatimulya, Bekasi, yang mengikuti Remaja Bernegara (RBN) di NasDem Tower, Jakarta, Sabtu (29/8/2026).

Dhidat mengenal RBN ketika menemukan akun Remaja Bernegara saat sedang berselancar di Instagram. Rasa penasaran membuatnya mencari tahu lebih jauh hingga akhirnya memutuskan mengikuti kegiatan tersebut.

“Aku lagi scroll Instagram tiba-tiba, ‘Wah, ada RBN nih, apa?’ Aku langsung cari tahu apa itu RBN dan aku langsung excited banget untuk mengikuti kegiatan tersebut,” kata Dhidat.

Berbeda dengan Dhidat, Khayrana mengetahui RBN dari seorang teman yang mengetahui ketertarikannya terhadap politik. Kesempatan mengikuti RBN bahkan baru diperolehnya, setelah beberapa kali mencoba.

Bagi Khayrana, pengalaman mengikuti simulasi sidang paripurna menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan.

“Saya tadi melaksanakan simulasi sidang paripurna dan itu sangat bagus dan sangat seru. Ini merupakan suatu pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan,” ujar Khayrana.

Pengalaman tersebut membuat politik terasa lebih dekat bagi keduanya. Dhidat yang semula merasa gugup justru pulang dengan keinginan untuk terus belajar.

“Setelah mengikuti kegiatan ini, saya sangat lega dan senang untuk mempelajari politik lebih dalam. Kalau ada kesempatan kedua, saya mau,” kata Dhidat.

Sementara itu, Khayrana melihat pengalaman tersebut sebagai ruang bagi anak muda yang memang memiliki ketertarikan terhadap politik untuk mendapatkan pengalaman secara langsung.

Ketika ditanya apa yang akan mereka lakukan, jika suatu hari dipercaya memimpin Indonesia, keduanya memiliki satu perhatian yang sama, yakni pendidikan. Dhidat dan Khayrana sama-sama membayangkan pendidikan gratis sebagai salah satu langkah penting untuk membawa Indonesia menjadi lebih maju.

Dari rasa penasaran yang sederhana, RBN akhirnya membawa mereka pada pengalaman yang lebih dekat dengan dunia politik, sebuah ruang belajar bagi generasi muda untuk tidak hanya melihat politik dari luar, tetapi mulai memahami dan membayangkan peran mereka di dalamnya.

(NS/AS)

Diskusi

0 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *