Home / Berita / Berita Fraksi
Berita Fraksi

Pemulihan Desa Adat Sade Harus Cepat dan Menyeluruh

đź“… 29 Agu 2026 đź’¬ 0 Komentar
Bagikan artikel:

PRAYA (29 Agustus): Pemulihan Desa Adat Sade, Nusa Tenggara Barat (NTB), pascakebakaran harus dilakukan secara cepat dan menyeluruh. Bagi masyarakat setempat, dampak kebakaran bukan hanya kehilangan rumah, tetapi juga ruang usaha dan sumber penghidupan keluarga.

Hal tersebut disampaikan anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Nessy Kalvia, saat meninjau langsung kondisi Desa Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, NRB, Jumat (28/8/2026).

Kebakaran yang terjadi pada Sabtu, 22 Agustus 2026 malam, menyebabkan 167 bangunan di kawasan adat tersebut ludes. Bangunan yang terdampak meliputi rumah adat, artshop, lumbung, dan sejumlah fasilitas lainnya. Sebanyak 120 kepala keluarga atau sekitar 320 warga turut terdampak.

Nessy mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi NTB, pemerintah daerah, TNI-Polri, masyarakat, serta berbagai pihak yang bergerak membantu penanganan sejak kejadian hingga masa pascakebakaran. Ia juga mengapresiasi kepedulian masyarakat luas yang memberikan bantuan, baik melalui lembaga maupun secara pribadi.

“Yang kita lihat hari ini, kepedulian masyarakat luar biasa. Bantuan datang dari berbagai pihak. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Sade tidak sendiri,” ujar Nessy.

Menurut legislator NasDem dari Dapil Lampung II yang meliputi Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Utara, Way Kanan, Mesuji, Tulang Bawang, dan Tulang Bawang Barat itu, bantuan darurat harus segera diikuti dengan proses pemulihan yang terukur agar warga tidak terlalu lama berada dalam situasi ketidakpastian. Pemulihan tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan kembali rumah, tetapi juga harus mengembalikan sumber penghidupan masyarakat.

“Yang kita pulihkan bukan hanya rumah, tetapi kehidupan masyarakatnya. Kalau rumahnya kembali tetapi penghidupannya tidak kembali, pemulihan belum selesai,” katanya.

Nessy juga menekankan agar pembangunan kembali Desa Adat Sade tetap mempertahankan karakter, tata ruang, arsitektur tradisional dan nilai budaya masyarakat Sasak. Menurutnya, Sade bukan hanya kawasan wisata, tetapi juga ruang hidup masyarakat yang harus tetap terjaga.

Di sisi lain, Nessy mendorong pemerintah untuk memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan bencana. Ia berharap dukungan anggaran untuk mitigasi bencana dapat ditingkatkan sehingga upaya pencegahan dan kesiapsiagaan tidak hanya dilakukan setelah bencana terjadi.

“Mitigasi jangan baru diperkuat setelah bencana terjadi. Anggaran untuk mitigasi dan kesiapsiagaan harus mendapat perhatian lebih besar. Kita harus membangun masyarakat yang lebih siap dan aman,” tegasnya.

Sebagai anggota Komisi VIII DPR RI, Nessy menyatakan akan membawa aspirasi dan temuan dari lapangan dalam fungsi pengawasan DPR RI serta mendorong agar proses pemulihan Desa Adat Sade berjalan cepat, tepat sasaran dan benar-benar mengembalikan rumah, penghidupan, serta rasa aman bagi masyarakat. (imam setiawan/*)

Diskusi

0 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *