JAKARTA (7 September): DPRD DKI Jakarta menyiapkan sejumlah langkah untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan. Pasar yang selama ini menjadi salah satu pusat aktivitas warga Cilandak itu didorong kembali ramai melalui berbagai kegiatan ekonomi dan kemasyarakatan.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino membahas rencana tersebut saat meninjau langsung kondisi Pasar Pondok Labu bersama Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Jakarta, Suku Dinas UMKM Jakarta Selatan, kepala daerah terkait, pengelola pasar, serta para pedagang, Minggu (6/9).
Dalam kunjungan itu, Wibi mendengarkan langsung kondisi dan aspirasi pedagang. Menurutnya, Pasar Pondok Labu memiliki potensi besar untuk kembali menjadi pusat aktivitas warga jika berbagai kegiatan dapat dikonsentrasikan di kawasan pasar.
“Kami sudah dengar dari para pedagang dan kepala pasar. Ide-idenya sudah banyak, tinggal bagaimana eksekusinya. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama ada beberapa hal yang bisa kita lakukan sehingga pasar ini kembali hidup lagi,” ujar Wibi yang juga Ketua DPW NasDem DKI Jakarta.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah mengembalikan kegiatan pangan murah yang sebelumnya digelar di kantor kelurahan untuk dilaksanakan di Pasar Pondok Labu. Selain itu, berbagai kegiatan pelatihan, pemberdayaan UMKM, hingga aktivitas masyarakat juga didorong untuk menggunakan area pasar.
Wibi berharap, langkah tersebut membuat Pasar Pondok Labu tidak hanya menjadi tempat transaksi perdagangan, tetapi juga ruang interaksi dan kegiatan masyarakat.
“Mohon doanya kepada seluruh warga, khususnya warga Cilandak. Ayo kita bangkitkan lagi Pasar Pondok Labu karena inilah pasar legendaris, pasar kebanggaan kita bersama. Dengan pasar hidup kembali, soul-nya warga Cilandak juga akan hidup,” katanya.
Rencana lainnya adalah mengoptimalkan area parkir untuk kegiatan masyarakat, seperti senam pagi dan aktivitas komunitas, tanpa menghilangkan fungsi utamanya sebagai lahan parkir.
Dengan luas kawasan sekitar 3.000 meter persegi, pengelola pasar juga diminta menginventarisasi ruang atau kios yang belum dimanfaatkan. Ruang kosong tersebut nantinya dapat ditawarkan kepada masyarakat yang membutuhkan tempat untuk membuka usaha.
Dari sisi promosi, Wibi mengatakan pengelolaan Pasar Pondok Labu juga akan diperkuat melalui kolaborasi dengan pelaku UMKM, influencer, hingga Bank DKI. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan popularitas pasar sekaligus membuka peluang bagi pedagang untuk memperoleh dukungan sebagai merchant binaan.
“Dari segi marketing-nya kita akan bantu. Kita akan undang para influencer untuk membantu mempromosikan kegiatan-kegiatan bersama, juga Bank DKI supaya bisa mendapatkan diskon khusus sebagai merchant binaan,” pungkasnya.
(FM/WH/AS)
0 Komentar