Home / Berita / Berita
Berita

Sidak SDN Cipete Utara, Wibi Minta Rehabilitasi Sekolah Tak Ganggu Hak Belajar Siswa

📅 28 Jul 2026 💬 0 Komentar
Bagikan artikel:

JAKARTA (28 Juli): Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan rehabilitasi sekolah tidak mengorbankan hak belajar siswa. Menurutnya, pembangunan fasilitas pendidikan harus disertai perencanaan matang agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan optimal selama masa relokasi.

Hal itu disampaikan Wibi usai meninjau SDN 01 Cipete Utara dan SDN 09 Cipete Utara, Jakarta Selatan, yang menjadi lokasi sementara bagi siswa terdampak rehabilitasi gedung sekolah. Dalam sidak tersebut, ia menemukan siswa kehilangan sekitar 150 menit waktu belajar setiap hari akibat penyesuaian jadwal selama relokasi.

“Jangan sampai proses pembangunan justru merugikan proses belajar mengajar anak-anak. Kalau kita melakukan rehabilitasi sekolah, harus dipikirkan juga bagaimana siswa yang direlokasi tetap mendapatkan hak belajar secara optimal,” kata Wibi Andrino, Senin (27/7).

Ketua DPW Partai NasDem DKI Jakarta itu menilai, temuan tersebut menunjukkan pentingnya mitigasi yang disiapkan sejak awal oleh Dinas Pendidikan. Menurutnya, pembangunan fisik harus diiringi perencanaan teknis agar kualitas pendidikan tidak terdampak.

Ia meminta Dinas Pendidikan segera menyiapkan solusi konkret untuk meminimalkan berkurangnya jam belajar selama rehabilitasi.

Selain itu, legislator Partai NasDem tersebut juga menyoroti belum tersedianya ruang istirahat yang layak bagi guru di sekolah sementara.

“Guru juga harus mendapatkan fasilitas yang memadai. Kami melihat belum ada ruang istirahat yang representatif. Padahal, mereka membutuhkan tempat untuk memulihkan energi agar dapat mengajar secara maksimal,” ujarnya.

Wibi juga menerima keluhan orang tua terkait pembelajaran pada sore hari yang dinilai cukup memberatkan, terutama bagi keluarga dengan kedua orang tua bekerja. Menurutnya, persoalan itu perlu menjadi perhatian agar rehabilitasi sekolah tidak menambah beban masyarakat.

Temuan tersebut akan dibahas dalam rapat kerja DPRD DKI Jakarta bersama Dinas Pendidikan dan disampaikan kepada Gubernur DKI Jakarta sebagai bahan evaluasi pelaksanaan rehabilitasi sekolah ke depan.

“Saya akan sampaikan kepada Bapak Gubernur agar jangan melihat bahwasanya ini selesai dengan rehabilitasi sekolah saja. Sistemnya juga harus dibangun. Karena tanpa ada sistem yang bagus, tanpa ada perencanaan yang baik, niat baik itu belum tentu juga bagus,” pungkasnya.

(FM/WH/AS)

Diskusi

0 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *