BANGKA (17 September): Krisis air bersih akibat kemarau berkepanjangan melanda sejumlah kelurahan dan desa di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Kondisi tersebut membuat permintaan bantuan air bersih terus berdatangan ke DPD Partai NasDem Kabupaten Bangka.
Untuk membantu warga terdampak, Partai NasDem Bangka terus menyalurkan air bersih. Bahkan, tingginya permintaan membuat distribusi bantuan harus dilakukan hingga malam hari.
Sekretaris DPD Partai NasDem Kabupaten Bangka Sarji Solihin mengatakan, penyaluran bantuan air bersih kini memasuki hari kelima, Kamis (17/9).
“Untuk bantuan distribusi air bersih ini sudah hari kelima,” kata Sarji.
Ia menyebut, pada hari keempat, Rabu (16/9), bantuan air bersih disalurkan ke lima titik, yakni Air Hanyut, Kudai, Merawang, Rambak, dan Sungailiat, dengan total distribusi mencapai 10 ton.
“Banyak warga yang alami krisis air minta bantuan, dan itu tetap kami layani. Bahkan, kemarin, hari keempat di Rambak, bantuan air bersih ke warga hingga malam hari,” ujarnya.
Dengan tambahan distribusi tersebut, total bantuan air bersih yang telah disalurkan Partai NasDem Bangka sejak hari pertama mencapai 70 ton, tersebar di 45 titik di Kabupaten Bangka.
“Ini hari kelima, memang datanya belum, tapi akan bertambah lebih dari 70 ton,” imbuh Sarji.
Menurutnya, bantuan air bersih layak konsumsi tersebut merupakan bentuk kepedulian nyata Partai NasDem terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih.
Sarji memastikan, distribusi bantuan akan terus dilakukan selama musim kemarau, meski pihaknya menghadapi keterbatasan sarana berupa dua tandon air dan kendaraan operasional.
“Bantuan air bersih ini akan terus kami lakukan selama musim kemarau, kendati sarana yang kami miliki terbatas,” ucapnya.
Sementara itu, Wati, salah satu warga penerima bantuan, menyampaikan terima kasih atas kepedulian Partai NasDem Bangka. Ia mengatakan, bantuan tersebut sangat berarti bagi warga, meski distribusi harus dilakukan hingga malam hari.
“Kalau untuk mandi, mungkin kami bisa ke kolong eks tambang timah, tapi kalau air bersih layak konsumsi, bantuan ini sangat berarti,” katanya.
(RF/WH/AS)
0 Komentar