JAKARTA (26 September) – Memahami Indonesia bukan sekadar mengenal sejarah, simbol negara, atau menghafal konsep tentang kehidupan berbangsa. Bagi generasi muda, memahami Indonesia berarti mengenali masyarakatnya, membaca persoalan di sekitarnya, dan menyadari bahwa mereka merupakan bagian dari masa depan bangsa.
Gagasan itu menjadi pijakan Remaja Bernegara (RBN) Angkatan 28, yang mempertemukan 29 anak muda dari berbagai sekolah dalam ruang belajar dan dialog tentang kehidupan bernegara pada Sabtu, 26 September 2026.
RBN dirancang untuk mendekatkan pembahasan tentang negara dengan dunia yang akrab bagi generasi muda. Negara tidak ditempatkan sebagai sesuatu yang jauh dan abstrak, tetapi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari di sekolah, keluarga, lingkungan masyarakat, hingga ruang digital.
Proses tersebut diarahkan bukan hanya untuk menambah pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian dan kepekaan anak muda terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Program ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepedulian dari anak-anak kita, terutama yang masih berusia 13 sampai 20 tahun, agar lebih peka terhadap negara ini. Harapan kami, program ini dapat menumbuhkan keinginan mereka untuk mengetahui tentang politik dan bagaimana negara ini berjalan, sehingga ketika nanti mereka menggantikan posisi kami, mereka dapat menjalankan negara ini dengan lebih baik lagi. Dengan begitu, Indonesia Emas 2045 dapat tercapai,” ujar Randi Zulmariadi, Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem dari Dapil Kepulauan Riau.
Karena itu, RBN tidak berhenti pada penyampaian materi. Diskusi, pertukaran pandangan, dan pengalaman langsung menjadi bagian dari proses. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah simulasi menjadi anggota parlemen, sehingga peserta tidak hanya mengenal konsep, tetapi juga mendapatkan pengalaman mengenai proses dan mekanisme di lembaga perwakilan.
“Dengan simulasi ini, mereka benar-benar merasakan dan memiliki pengalaman. Jadi, selain kognitif dan ilmu pengetahuan, aspek afektif dan psikomotor juga didapat. Tiga aspek dalam pendidikan langsung tersentuh. Mereka juga menjadi tahu perbedaan badan musyawarah dengan rapat paripurna dan lainnya. Dengan metode yang aplikatif seperti ini, harapannya, wawasan mereka bertambah dan memorinya lebih kuat,” tambah Rika Kartikasari, Anggota DPRD Provinsi Banten dari Fraksi Partai NasDem.
Pendekatan tersebut juga berangkat dari pentingnya mengenalkan kehidupan politik dan ketatanegaraan pada fase ketika remaja sedang membentuk identitas dan cara pandangnya terhadap lingkungan. Harapannya, proses itu dapat menumbuhkan generasi muda yang lebih sadar terhadap kondisi masyarakat dan negaranya.
Keberagaman 29 peserta dari berbagai sekolah menjadi bagian penting dari proses tersebut. Perbedaan latar belakang dan lingkungan, memungkinkan mereka bertemu dengan perspektif yang tidak selalu sama, sekaligus mengenali bahwa Indonesia dibangun dari keragaman pengalaman dan cara pandang.
Pelaksanaan RBN Angkatan 28 dikawal oleh Anggota DPRD Provinsi Banten Rika Kartikasari dan Ketua DPD Partai NasDem Pandeglang Yangto. Kehadiran keduanya mempertemukan pengalaman di ruang publik dengan generasi muda yang sedang membangun pemahaman tentang masyarakat dan kehidupan bernegara.
Di tengah perubahan ekosistem informasi, pendekatan semacam ini menjadi semakin relevan. Generasi muda tumbuh dengan akses informasi yang nyaris tanpa batas. Tantangannya bukan lagi sekadar membuat mereka mengetahui lebih banyak, melainkan membantu mereka memahami konteks, menyaring berbagai perspektif, dan menemukan posisi sebagai bagian dari masyarakat.
Di situlah RBN menempatkan dirinya untuk membangun pemahaman sebelum berbicara tentang peran.
Membangun kesadaran bernegara tentu bukan pekerjaan yang selesai dalam satu pertemuan. Ia merupakan proses panjang yang membutuhkan ruang belajar, dialog, pengalaman, dan perjumpaan antargenerasi.
RBN Angkatan 28 menjadi salah satu ruang untuk memulai proses itu mengajak generasi muda melihat Indonesia bukan hanya sebagai tempat mereka tumbuh, tetapi sebagai rumah bersama yang masa depannya juga akan mereka jalani dan tentukan. (NS/AS)
0 Komentar