JAKARTA (22 Oktober): Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Partai NasDem, Cheroline Chrisye Makalew, mendorong evaluasi menyeluruh terhadap penyebab antrean dan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah.
Langkah itu dinilai penting untuk memastikan ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Cheroline menegaskan, penanganan persoalan BBM harus diawali dengan identifikasi penyebab di setiap wilayah agar solusi yang diambil sesuai dengan kondisi di lapangan.
Komisi XII DPR RI, kata dia, akan terus mendorong evaluasi bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), BPH Migas, dan Pertamina.
“Menurut saya, kita perlu melihat terlebih dahulu apa yang menjadi penyebab antrean dan kelangkaan BBM di masing-masing wilayah. Komisi XII DPR RI akan terus mendorong evaluasi bersama Kementerian ESDM, BPH Migas, dan Pertamina agar persoalan ini bisa segera ditangani. Jangan sampai masyarakat terlalu lama menunggu tanpa kepastian,” ujar Cheroline melalui keterangan tertulis, Kamis (22/10/2026).
Ia menekankan, kepastian pasokan dan ketepatan waktu pengiriman BBM menjadi faktor utama yang harus diperhatikan. Selain itu, pemantauan kondisi di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) perlu diperkuat agar potensi kekurangan pasokan dapat terdeteksi lebih awal dan segera diantisipasi.
Menurut Cheroline, koordinasi yang efektif antarpihak terkait juga diperlukan untuk mencegah persoalan distribusi berlarut-larut. Di saat yang sama, masyarakat harus memperoleh informasi yang jelas mengenai kondisi pasokan BBM sehingga tidak menimbulkan keresahan akibat ketidakpastian.
“Saya berharap persoalan ini bisa menjadi bahan evaluasi bersama untuk membenahi tata kelola BBM ke depan. Kita tidak perlu terjebak dalam saling menyalahkan, tetapi harus fokus mencari jalan keluar terbaik,” tegasnya.
Lebih lanjut, Cheroline mengingatkan bahwa persoalan BBM tidak semata-mata berkaitan dengan sektor energi, tetapi juga berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Karena itu, ketersediaan pasokan, ketepatan penyaluran, dan kualitas pelayanan harus menjadi perhatian bersama.
Ia berharap evaluasi yang dilakukan dapat menghasilkan langkah konkret untuk memperbaiki sistem distribusi dan memperkuat pengawasan di lapangan. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh BBM secara lebih mudah, tanpa harus menghadapi antrean berkepanjangan akibat kendala pasokan yang tidak segera ditangani.
“Yang paling penting, pasokan BBM terjaga, penyalurannya tepat sasaran, dan masyarakat mendapatkan pelayanan yang baik,” pungkas Cheroline. (safa/*)
0 Komentar