JAKARTA (24 Oktober): Menyiapkan calon pemimpin masa depan membutuhkan lebih dari sekadar pembelajaran di ruang kelas. Generasi muda perlu mendapatkan pengalaman langsung untuk memahami proses demokrasi, mengambil keputusan, serta menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab.
Hal tersebut menjadi salah satu pesan yang disampaikan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Partai NasDem Sri Wahyuni, saat menjadi panelis dalam program Remaja Bernegara (RBN) Angkatan ke-30 di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Sabtu (24/10).
Sri mengapresiasi program yang diinisiasi Partai NasDem tersebut karena memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mengenal sistem politik dan pemerintahan melalui simulasi peran. Ia menilai, antusiasme peserta dalam mengikuti setiap tahapan kegiatan menunjukkan pentingnya ruang pembelajaran yang mendorong anak muda memahami praktik demokrasi secara langsung.
Menurut Sri, pendidikan bernegara bagi generasi muda tidak cukup hanya dengan mengenal sistem politik dan pemerintahan. Kepedulian terhadap sesama, keberanian menyuarakan kebenaran, serta kemampuan menyampaikan pendapat secara santun juga menjadi bagian penting dari kehidupan bernegara yang dapat diterapkan sejak usia muda.
“Mereka bukan anak kecil yang harus dibungkam suaranya, tapi kita sudah harus memberikan kebebasan mereka untuk bersuara selagi suara itu memang mendukung kepada sebuah kebenaran,” ujar Sri.
Sri juga mengaku terkesan melihat kesungguhan peserta RBN dalam mengikuti rangkaian simulasi, mulai dari sidang paripurna hingga rapat-rapat yang menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan. Ia menilai, pengalaman tersebut dapat menjadi bekal awal bagi generasi muda untuk memahami tanggung jawab yang menyertai peran dalam pemerintahan dan kehidupan publik.
“Kalau saya flashback mundur ke belakang, saya sangat berterima kasih dan sangat mengapresiasi dengan kegiatan seperti ini, karena kita butuh generasi muda, khususnya yang saat ini kemudian akan menjadi calon pemimpin di masa mendatang menuju Indonesia Emas,” katanya.
RBN Angkatan ke-30 diikuti 30 peserta melalui pendekatan edukasi interaktif atau edutainment. Dalam program tersebut, peserta memerankan berbagai posisi, mulai dari pejabat eksekutif dan anggota legislatif hingga tokoh masyarakat. Peserta juga mengikuti simulasi rapat komisi, rapat badan musyawarah, dan rapat paripurna.
Sri berharap, pengalaman yang diperoleh selama program tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Ia mendorong peserta untuk terus mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari agar dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dan siap berkontribusi bagi masyarakat.
“Harapannya adalah setelah kegiatan ini mereka bisa tumbuh kembang menjadi pribadi yang lebih baik, bahwa mereka dipersiapkan untuk menjadi calon pemimpin dari periode masa yang akan datang. Bekal itu sudah mereka dapatkan dari hari ini, jangan sampai kemudian apa yang didapat hari ini tidak mereka kembangkan sehingga hanya selesai setelah acara ini saja,” pungkasnya. (FM/AS)
0 Komentar