Home / Berita / Berita Fraksi
Berita Fraksi

Andina Narang Dorong Penguatan Rumah Aman Asap di Kalteng

đź“… 26 Okt 2026 đź’¬ 0 Komentar
Bagikan artikel:

PALANGKA RAYA (26 Oktober): Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai NasDem, Andina Thresia Narang, menyambangi sejumlah rumah aman asap di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), untuk memastikan dukungan bagi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta relawan yang bertugas di tengah kondisi udara tidak sehat.

Dalam kunjungan reses pada Kamis (22/10/2026), Andina mendatangi Rumah Sehat Bebas Asap (RSBA) KSR PMI Kota Palangka Raya, Rumah Aman Asap Mahanaim Universitas Palangka Raya (UPR), dan Rumah Oksigen BEM UPR. Ia juga menyalurkan bantuan kepada relawan BPK Kampung Baru serta warga di Jalan Yogyakarta.

Bantuan yang disalurkan berupa susu, masker dewasa dan anak, multivitamin, serta vitamin. Bantuan itu diharapkan mendukung pelayanan rumah aman asap sekaligus membantu menjaga kesehatan relawan yang terus memberikan pertolongan kepada masyarakat.

Andina mengatakan, keberadaan rumah aman asap menjadi bagian penting dalam upaya melindungi masyarakat dari paparan kabut asap akibat karhutla. Karena itu, operasional dan kebutuhan fasilitas tersebut perlu mendapat perhatian bersama agar pelayanan kepada warga dapat terus berjalan.

“Pertama-tama saya mengucapkan apresiasi untuk semua relawan yang membantu masyarakat di saat kabut asap ini,” kata Andina.

Menurut dia, para relawan tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga menghadapi risiko kesehatan akibat paparan asap saat menjalankan tugas kemanusiaan. Dukungan terhadap relawan dan fasilitas perlindungan masyarakat perlu diperkuat di tengah kondisi yang belum kondusif.

“Kalimantan sedang tidak baik-baik saja. Mereka juga mempunyai aktivitas, tetapi mereka juga melakukan kegiatan kemanusiaan dengan bisa bekerja dan juga melakukan misi kemanusiaan untuk menjadi relawan,” ujarnya.

Andina mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap kabut asap sebagai kondisi biasa. Penggunaan masker dan peningkatan kewaspadaan harus menjadi perhatian, terutama ketika kualitas udara memburuk.

“Ini sangat berbahaya untuk masyarakat. Jadi ini adalah bentuk kepedulian kami untuk membantu masyarakat di Kalimantan dengan membagikan masker,” tuturnya.

Ia menegaskan, perlindungan kesehatan harus mencakup masyarakat terdampak maupun relawan yang berada di garis depan pelayanan. Menurut dia, keselamatan relawan perlu menjadi perhatian agar mereka dapat menjalankan tugas kemanusiaan tanpa mengabaikan risiko terhadap kesehatan sendiri.

“Dalam kondisi ini kita tidak bisa menormalisasi untuk tidak memakai masker, tapi kita harus menyosialisasikan kepada seluruh masyarakat bahwa harus pakai masker,” tegasnya.

Kehadiran Andina mendapat apresiasi dari relawan RSBA KSR PMI Kota Palangka Raya. Perwakilan relawan, Lintang, mengatakan bantuan tersebut bermanfaat bagi relawan maupun masyarakat yang membutuhkan tempat perlindungan dari paparan asap.

“Kami pasti mengucapkan terima kasih banyak karena sudah peduli setidaknya untuk para relawan dan juga masyarakat,” kata Lintang.

Ia menjelaskan, bantuan yang diterima akan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat yang datang ke rumah aman asap maupun warga yang dijumpai relawan saat bertugas di lapangan. Lintang juga mengapresiasi respons cepat Andina setelah relawan menyampaikan kebutuhan melalui pesan langsung di Instagram.

“Kami sangat-sangat bersyukur karena kita masih punya sosok yang bisa kami andalkan, khususnya masyarakat. Ketika masyarakat mengadu bahwa kami butuh ini, kami butuh itu, Ibu bisa merespons secara cepat seperti itu,” ujarnya.

Sekretaris Kabinet BEM UPR sekaligus Ketua Pelaksana Rumah Oksigen BEM UPR, Martin Ariai, mengatakan bantuan tersebut turut mendukung operasional rumah oksigen yang telah berjalan sekitar dua pekan. Ia menyebut dukungan berbagai pihak masih diperlukan agar pelayanan kepada masyarakat dapat terus berlangsung.

Martin berharap kepedulian terhadap rumah aman asap dan rumah oksigen tidak berhenti pada bantuan dari satu pihak. Penanganan dampak karhutla, menurut dia, membutuhkan keterlibatan bersama agar kebutuhan masyarakat dan relawan dapat terpenuhi.

“Harapannya pihak lain pun juga ikut membantu. Karena hari ini karhutla tidak bisa ditanggung oleh satu lembaga ataupun perorangan, tapi harus saling membantu,” pungkasnya. (*)

Diskusi

0 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *