Home / Berita / Berita
Berita

Masih Banyak Titik Karhutla di Kalteng yang Sulit Dijangkau

📅 14 Okt 2026 💬 0 Komentar
Bagikan artikel:

JAKARTA (14 Oktober): Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) Kalteng hingga Selasa (13/10/2026), masih terlihat asap tebal dan titik api yang sulit dijangkau sehingga berdampak pada masyarakat serta transportasi. Sejumlah titik api masih belum dapat ditangani maksimal oleh relawan pemadam. 

“Kondisi saat ini asap masih tebal dan banyak titik api yang tidak bisa dijangkau oleh relawan pemadam. Dampaknya tentu sangat dirasakan oleh masyarakat,” ungkap anggota DPR RI dari Dapil Kalimantan Tengah, Andina Thresia Narang, dalam keterangannya, Selasa (13/10/2026). 

Anggota Komisi I DPR RI itu mengatakan, dampak karhutla telah mengganggu transportasi darat hingga udara. Ia juga menyoroti kelompok rentan seperti anak-anak, balita, dan lansia yang terdampak kabut asap.

“Ini harus menjadi perhatian serius seluruh elemen kementerian dan lembaga untuk bersama-sama memberikan perhatian langsung. Hal ini juga sangat berdampak pada transportasi darat dan udara yang menjadi terhambat. Kami berharap seluruh elemen kementerian dan lembaga untuk memberikan perhatian langsung, khususnya untuk masyarakat yang terdampak, terutama anak-anak, balita, dan lansia,” ujar Andina.

Lebih jauh Andina menjelaskan, sejak Agustus pihaknya telah menyalurkan bantuan berupa 20 ribu masker, multivitamin, air bersih, sumur bor, pompa air, alat pemadam kebakaran, serta logistik bagi relawan dan warga terdampak.

“Dikarenakan banyaknya titik-titik api yang sulit dijangkau relawan, maka dibutuhkan water bombing agar penanganan lebih maksimal,” tukas Andina. 

Andina juga mengimbau masyarakat menjaga kesehatan dan menggunakan masker selama kabut asap masih berlangsung di Kalimantan Tengah.

“Pesan untuk warga, kita selalu kuat dan teruslah jaga kesehatan, memakai masker. Kita berdoa semoga kebakaran hutan ini dapat selesai dengan cepat. Jaga kesehatan dan tetap waspada terhadap kabut asap,” ujar Andina. 

Informasi yang diperoleh dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Suharyanto, luas karhutla yang masih ditangani di enam provinsi prioritas tercatat 639,23 hektare. Wilayah prioritas itu meliputi Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, dan Riau.

“Untuk provinsi prioritas lahan gambut ada di enam provinsi, Bapak Presiden: Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, dan Riau. Untuk hari ini, yang terbakar yang masih ditangani oleh satgas di lapangan, jumlahnya adalah 639,23 hektare,” ujar Suharyanto, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana dalam laporannya kepada Presiden Prabowo, Senin (12/10/2026).

BNPB mencatat kebakaran terbesar berada di Kalimantan Tengah setelah muncul titik baru di Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan. Luas area terbakar di lokasi tersebut mencapai 513,89 hektare dan penanganan dilakukan melalui jalur darat.

“Yang terbesar memang terjadi di Kalimantan Tengah. Kenapa paling besar? Karena baru saja ditemukan kebakaran baru di Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan. Per hari ini ada 513,89 hektare yang terbakar di sana. Meskipun bukan lahan gambut, lahan mineral, tetapi ini menjadi pekerjaan yang segera harus kami lakukan,” ujar Suharyanto, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (*)

Diskusi

0 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *