PEKANBARU (30 Oktober): Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Provinsi Riau menggelar upacara dengan mengusung semangat persatuan dan keberagaman budaya Nusantara, Rabu (28/10).
Suasana upacara berlangsung dengan nuansa kebangsaan yang kental. Hal ini terlihat dari penampilan para kader yang mengenakan beragam pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari adat Minangkabau, Jawa, Batak, hingga Melayu.
Upacara peringatan tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris DPW Partai NasDem Riau, Yopi Arianto.
“Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengenang kembali sejarah perjuangan para pemuda Indonesia dalam mengikrarkan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928,” kata Yopi yang juga mantan Bupati Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dua periode itu.
Ikrar tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan bangsa Indonesia untuk menyatukan tekad dalam satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, yaitu Indonesia.
Penggunaan pakaian adat dari berbagai daerah dalam upacara tersebut bukan sekadar simbol budaya, tetapi juga mencerminkan keberagaman yang menjadi kekuatan bangsa. Perbedaan suku, budaya, bahasa, dan tradisi tidak menjadi penghalang untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan.
“Melalui peringatan ini, DPW Partai NasDem Riau mengajak seluruh kader untuk terus memelihara semangat kebangsaan, mempererat tali persaudaraan, serta menjaga nilai-nilai persatuan dalam kehidupan bermasyarakat,” tambah dia.
Momentum Hari Sumpah Pemuda juga diharapkan dapat membangkitkan semangat nasionalisme, khususnya bagi generasi muda, agar terus berkontribusi dalam pembangunan daerah dan kemajuan Indonesia.
Semangat persatuan yang diwariskan para pemuda tahun 1928 hendaknya terus menjadi inspirasi bagi seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama membangun Indonesia tanpa memandang perbedaan latar belakang.
Melalui kegiatan tersebut, DPW Partai NasDem Riau menegaskan bahwa semangat Bhinneka Tunggal Ika harus terus dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Berbeda budaya, berbeda suku, tetapi tetap satu Indonesia. Keberagaman bukanlah pemisah, melainkan kekuatan untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. (WH)
0 Komentar