SUMBA BARAT DAYA (30 Oktober): Pemulihan pascagempa di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), membutuhkan dukungan berkelanjutan agar masyarakat terdampak dapat kembali menjalani kehidupan dengan aman. Selain pemenuhan kebutuhan pokok, perbaikan rumah yang rusak menjadi salah satu persoalan mendesak yang perlu mendapat perhatian.
Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem dari Daerah Pemilihan NTT I, Julie Sutrisno Laiskodat, memastikan keterlibatan Partai NasDem melalui program NasDem Peduli untuk membantu pemulihan rumah warga terdampak gempa di Desa Dinjo, Kecamatan Kodi Bangedo, SBD.
Komitmen tersebut disampaikan Julie saat menyerahkan bantuan sembako dan selimut kepada 28 keluarga terdampak gempa di Desa Dinjo, Kamis (29/10/2026) sore.
Bantuan itu ditujukan untuk meringankan beban masyarakat yang masih menghadapi dampak bencana yang melanda wilayah tersebut pada 4 Oktober 2026.
Dalam kegiatan itu, Julie didampingi Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonnu Wulla dan Wakil Bupati Dominikus Alphawan Rangga Kaka. Turut hadir Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT Kristien Samiyati Pati, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya Thomas Tanggu Dendo, anggota Fraksi NasDem DPRD setempat, Camat Kodi Bangedo, Kapolsek Kodi Bangedo, serta Kepala Desa Dinjo Martinus Maru Gheda.
Di hadapan warga, Julie menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga selama masa pemulihan.
“Saya berharap Bapak dan Mama tidak berkecil hati. Hari ini daerah ini menjadi perhatian kita. Saya hadir bersama Ibu Bupati dan Bapak Wakil Bupati untuk melihat langsung kondisi masyarakat dan memberikan dukungan,” kata Julie.
Menurut Julie, kebutuhan pokok harus menjadi prioritas dalam penanganan awal bencana. Namun, perhatian terhadap warga tidak boleh berhenti pada penyaluran bantuan pangan. Kerusakan rumah yang mengganggu keamanan dan kenyamanan keluarga juga perlu ditangani dengan langkah nyata dan terencana.
Karena itu, ia meminta pemerintah desa dan pemerintah kabupaten melakukan klasifikasi kerusakan rumah warga, mulai dari kategori ringan, sedang, hingga berat. Pendataan tersebut diperlukan agar bentuk bantuan dapat disesuaikan dengan kondisi setiap rumah dan sumber daya yang tersedia.
Julie menyatakan, Partai NasDem melalui program NasDem Peduli dan Rumah Aspirasi Partai NasDem siap mengupayakan bantuan material bangunan untuk mendukung perbaikan rumah warga yang terdampak.
“Kita perlu melihat kondisi setiap rumah secara cermat. Saya meminta Ibu Bupati dan pemerintah desa memastikan data kerusakan tersusun dengan baik, sehingga bantuan dapat diberikan sesuai kebutuhan. Melalui NasDem Peduli dan Rumah Aspirasi Partai NasDem, kita akan mengupayakan dukungan untuk membantu warga membangun kembali rumah mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan, sembari menunggu hasil klasifikasi kerusakan, kebutuhan sehari-hari keluarga terdampak juga harus tetap diperhatikan. Untuk itu, Julie meminta anggota DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya dari Fraksi NasDem mengupayakan penyaluran bantuan sembako selama dua bulan, yakni November dan Desember 2026, melalui program Rumah Aspirasi Partai NasDem.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan kebutuhan pokok keluarga selama proses pendataan dan persiapan perbaikan rumah berlangsung.
“Jangan sampai masyarakat harus menghadapi kesulitan berlapis setelah mengalami bencana. Sambil menunggu proses pendataan dan penanganan rumah, kebutuhan pokok mereka harus tetap diperhatikan. Kita akan berkoordinasi agar bantuan dapat menjangkau keluarga yang membutuhkan,” kata Julie.
Kepala Desa Dinjo Martinus Maru Gheda mengatakan, gempa yang melanda Sumba Barat Daya pada 4 Oktober 2026 menyebabkan kerusakan pada 28 rumah warga. Kerusakan bertambah setelah terjadi gempa susulan yang mengakibatkan lima rumah lainnya turut terdampak.
Dengan demikian, total rumah warga yang dilaporkan mengalami kerusakan mencapai 33 unit. Dari jumlah tersebut, lima rumah mengalami kerusakan parah sehingga tidak lagi dapat ditempati oleh pemiliknya.
Kondisi itu memperlihatkan bahwa kebutuhan warga tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga kepastian tempat tinggal yang aman. Pendataan tingkat kerusakan menjadi langkah penting untuk menentukan prioritas penanganan, terutama bagi keluarga yang rumahnya tidak layak huni.
Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonnu Wulla mengatakan, pemerintah daerah terus melakukan penanganan pascagempa. Sejumlah bantuan awal, antara lain beras, terpal, selimut, mi instan, dan kebutuhan lainnya, telah disalurkan kepada warga terdampak.
Pemerintah kabupaten juga menghimpun data kerusakan melalui pemerintah desa untuk selanjutnya diproses sesuai ketentuan dan pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah.
“Data kerusakan sudah masuk dan akan kami kirim untuk diproses lebih lanjut. Kerusakan dengan tingkat tertentu, yakni di atas 20 persen, menjadi kewenangan pemerintah pusat, sedangkan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah sedang kami persiapkan penanganannya,” ujar Ratu.
Ia mengakui keterbatasan anggaran daerah menjadi salah satu tantangan dalam menangani seluruh dampak bencana. Meski demikian, pemerintah kabupaten berupaya mengoptimalkan sumber daya yang tersedia agar bantuan dapat menjangkau masyarakat sesuai kebutuhan dan kemampuan anggaran.
Ratu juga mengapresiasi dukungan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta berbagai pihak yang telah membantu masyarakat sejak awal bencana. Ia mengimbau warga menyampaikan kebutuhan maupun keluhan melalui aparat desa, camat, atau langsung kepada dirinya agar dapat ditindaklanjuti.
Bagi warga Desa Dinjo, proses pemulihan kini menjadi pekerjaan bersama. Sembari menunggu kepastian penanganan rumah yang rusak, keberlanjutan bantuan kebutuhan pokok dan dukungan perbaikan tempat tinggal diharapkan dapat membantu keluarga terdampak kembali menjalani kehidupan dengan lebih aman dan tenang. (bronto/*)
0 Komentar