Home / Berita / Berita Fraksi
Berita Fraksi

Tradisi Pacu Jawi Layak Dikembangkan Jadi Event Nasional Berkelanjutan

📅 30 Okt 2026 💬 0 Komentar
Bagikan artikel:

PADANG (30 Oktober): Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi Partai NasDem, M. Shadiq Pasadigoe, meminta kementerian terkait memberikan perhatian dan dukungan terhadap tradisi Pacu Jawi di Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, agar dapat dikembangkan menjadi salah satu agenda event nasional yang berkelanjutan.

Menurut Shadiq, Pacu Jawi bukan sekadar perlombaan tradisional, melainkan warisan budaya Minangkabau yang memiliki nilai sejarah, filosofi, sosial, ekonomi, serta daya tarik pariwisata yang luar biasa.

Besok, Sabtu, 31 Oktober 2026, tradisi Pacu Jawi akan kembali digelar di Koto Hiliang, salah satu jorong di Nagari Sungai Tarab, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar.

Pacu Jawi merupakan tradisi khas masyarakat Minangkabau yang berasal dari Kabupaten Tanah Datar dan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada tahun 2020.

Tradisi itu berawal dari kebiasaan para petani zaman dahulu dalam mengolah sawah setelah masa panen. Selain menjadi ungkapan rasa syukur atas hasil pertanian, Pacu Jawi juga menjadi ruang kebersamaan dan hiburan masyarakat atau yang dikenal dengan istilah Minangkabau pamenan anak nagari.

Shadiq menjelaskan bahwa ada banyak nilai kehidupan yang dapat dipetik dari tradisi Pacu Jawi.

Salah satu filosofi utamanya adalah tentang pentingnya berjalan lurus. Dalam Pacu Jawi, keberhasilan bukan semata-mata ditentukan oleh kecepatan, tetapi juga kemampuan sapi berlari lurus di lintasan sawah berlumpur.

Filosofi itu mengajarkan bahwa dalam kehidupan, manusia harus memiliki arah dan tujuan yang jelas, menjaga konsistensi, menjunjung kejujuran, serta tetap berada di jalan yang benar.

“Di tengah derasnya pengaruh media sosial, perubahan zaman, dan tekanan ekonomi yang semakin berat, kita membutuhkan nilai-nilai kearifan lokal sebagai pegangan kehidupan. Pacu Jawi mengajarkan tentang kebersamaan, sportivitas, kesabaran, kerja keras, dan pentingnya berjalan lurus dalam mencapai tujuan,” ungkap Shadiq di Padang, Jumat (30/10/2026).

Ia juga menilai tradisi ini memiliki keterkaitan dengan nilai-nilai hak asasi manusia (HAM), hukum, dan kehidupan sosial masyarakat. Pelestarian budaya merupakan bagian dari penghormatan terhadap identitas, hak budaya, serta keberagaman masyarakat.

Shadiq berharap kementerian terkait, khususnya Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Pariwisata, dapat memberikan perhatian lebih serius terhadap pengembangan Pacu Jawi.

Menurutnya, diperlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, tokoh adat, niniak mamak, bundo kanduang, generasi muda, serta komunitas pelestari budaya.

Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan kalender event nasional, promosi pariwisata, peningkatan fasilitas penyelenggaraan, dokumentasi sejarah dan budaya, serta pemberdayaan UMKM dan ekonomi masyarakat setempat.

“Pacu Jawi memiliki potensi untuk dikenal lebih luas, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional. Kita ingin tradisi ini tetap hidup, berkembang, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Tanah Datar serta Sumatera Barat,” tegasnya.

Ia menambahkan, pelestarian tradisi tidak boleh berhenti pada penyelenggaraan acara semata, tetapi harus mampu memberikan dampak ekonomi bagi petani, peternak, pelaku UMKM, seniman, dan masyarakat sekitar.

Dalam kesempatan yang sama, Shadiq juga terus menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat dengan memantau langsung pembangunan rumah masyarakat melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Selain melihat perkembangan pembangunan rumah penerima bantuan, ia juga menurunkan tim untuk melakukan pengecekan langsung terhadap calon penerima BSPS guna memastikan kondisi rumah, kelayakan, serta kesesuaian calon penerima dengan ketentuan program.

Menurutnya, rumah layak huni merupakan kebutuhan dasar masyarakat dan bagian penting dari pemenuhan hak atas tempat tinggal yang layak.

“Budaya harus kita lestarikan, masyarakat harus kita berdayakan, dan kesejahteraan rakyat harus terus kita perjuangkan. Semua itu merupakan bagian dari tanggung jawab kita bersama,” tutup Shadiq. (tim media shadiq/*)

Diskusi

0 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *