Home / Berita / Berita Fraksi
Berita Fraksi

NasDem Komit Tingkatkan Komoditas Ekspor Khas Toba

📅 02 Feb 2020 💬 0 Komentar
Bagikan artikel:

HUMBAHAS (2 Februari): Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Martin Manurung menggelar Focus Group Discussion (FGD), untuk menyerap langsung aspirasi para petani komoditas ekspor yang ada di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara.

FGD yang mengundang para petani di Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumut dihadiri Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI, Dody Edward, serta Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli, yang menjadi pemantik FGD. 

Martin menyatakan bahwa kegiatan itu merupakan bagian dari komitmennya untuk mendorong produk-produk pertanian kawasan Danau Toba, menjadi komoditas ekspor unggulan nasional.

"Misalnya saja haminjon serta andaliman yang merupakan tumbuhan khas Tanah Batak yang kini kian populer. Ini harus kita dorong. Tapi saya melihat dan mendengar bahwa dua komoditas ini mendapatkan hambatan-hambatan sehingga berdampak pada rendahnya harga di tingkat petani," ujar Martin saat memberikan sambutan di Kantor Bupati Humbahas, Provinsi Sumatera Utara, Sabtu (1/2).

Tidak hanya haminjon dan andaliman, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI itu juga berkomitmen, untuk mendorong komoditas kopi yang ada di kawasan Danau Toba agar menjadi komoditas ekspor unggulan, yang diharapkan dapat mengurangi defisit neraca perdagangan Indonesia.

"Kualitas kopi kita sangat bisa bersaing di kancah internasional. Salah satunya kopi Lintong dari Humbahas ini. Nah, tugas kita saat ini bagaimana meningkatkan brand kopi Lintong ini agar bisa sejajar dengan brand kopi lainnya," terangnya. 

Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Dody Edward menyatakan bahwa Kemendag menyambut baik upaya Legislator NasDem Martin Manurung dalam meningkatkan nilai dari komoditas ekspor unggulan di kawasan Danau Toba.

"Kita sangat menyambut baik rencana ini. Bagaimana cara peningkatan nilai komoditas di Danau Toba, kita pasti akan bantu sesuai aturan dan kebutuhan yang ada," terang Dody.

Sedangkan Kepala BP2LHK Aek Nauli menyatakan, pihaknya juga mendukung para petani haminjon. Berdasarkan penelitiannya, bisnis haminjon yang selama ini berjalan sangat jelas merugikan negara, khususnya petani.

"Sebanyak Rp700 miliar lebih sebenarnya kerugian kita dalam jual beli haminjon ini. Bisnis gelap haminjon ini kita dukung untuk dipangkas. Kita berharap dan berkeyakinan bahwa Bapak Martin Manurung mengerti dan bisa menyelesaikan ini," jelas Aek. 

Dari FGD tersebut, Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor menyambut baik upaya Martin Manurung, dalam meningkatan nilai jual hasil alam Danau Toba. Ia juga menyatakan siap bersinergi dengan Ketua Panitia Kerja (Panja) Perdagangan Komoditas Ekspor Komisi VI DPR RI. (BA/*)

Diskusi

0 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *