Home / Berita / Berita
Berita

Mengintip Menu Sarapan Sederhana Surya Paloh di Aceh

📅 08 Agu 2023 💬 0 Komentar
Bagikan artikel:

BANDA ACEH (8 Agustus): Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh selalu menyempatkan diri untuk sarapan bersama kader NasDem di setiap agenda kunjungan kerjanya. Bapak Restorasi Indonesia kelahiran Kutaraja (Banda Aceh), 16 Juli 1951 itu dikenal suka menu sarapan yang sederhana.

Pemandangan itu juga tampak dalam kunjungan kerja sekaligus pulang kampung ke Aceh, baru-baru ini. Pada kesempatan itu Surya Paloh menyantap sarapan bersama kader NasDem Provinsi Aceh di sebuah Solong atau Warung Kopi alias Warkop yang ada di sebelah Kantor DPW NasDem Aceh.

“Solong itu lumayan juga legend tapi dasar awal di wilayah Ule Kareng, kemudian berkembang menjadi beberapa tempat termasuk di sebelah kantor DPW NasDem Aceh,” kata Wakil Ketua Bidang Perempuan dan Anak Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Provinsi Aceh, Fevi Desy Noliza, kepada nasdem.id, Selasa (8/8).

Fevi mengatakan di setiap kedatangan Surya Paloh khususnya pada saat ke Aceh maka agenda sarapan bersama kader dan masyarakat pun tak boleh dilewati. Hal itu kata dia semakin mempererat hubungan kekeluargaan sekaligus bernostalgia dengan cita rasa kuliner khas Aceh.

“Sudah dua kali kita sarapan di Solong sebelah kantor ini, lumayan ramai sih, suasana hangat dan santai, Ketum kan suka Nasi Gurih Aceh, jadi setiap ke Aceh Ketum selalu menyempatkan untuk sarapan Nasi Gurih,” terang Fevi.

Fevi menerangkan rasa Nasi Gurih Aceh cukup mirip dengan cita rasa yang ada pada Nasi Uduk tetapi lebih gurih dan memiliki pilihan lauk yang banyak seperti dendeng sapi, ayam, rendang, telur atau bahkan udang.

“Tadi bapak (Surya Paloh) makan Nasi Gurih dengan lauk Ayam Gulai, terus bapak minum teh hangat,” kata dia.

Lebih jauh Fevi mengatakan Solong atau Warkop tersebut juga memiliki beberapa menu favorit seperti kopi dan aneka kue basah khas tradisional Aceh.

Surya Paloh lanjut dia juga tampak mencicipi menu sederhana namun nikmat seperti Roti Selai khas Aceh yang dibuat langsung tanpa pengawet dan diisi selai sarikaya dari campuran telur, gula, dan santan buatan rumahan dengan rasanya manis.

“Dan Bapak (Surya Paloh) makan Kue Pulut Panggang Khas Aceh (kue yang tebuat dari beras ketan dicampur gula dan santan, dibalut daun dan dibakar),” tandas dia.

(WH)

Diskusi

0 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *