JAKARTA (12 Desember): Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Dini Rahmania, menekankan pentingnya sistem meritokrasi dalam proses seleksi petugas haji agar pelaksanaan ibadah haji 2025 berjalan optimal.
Calon petugas haji dipertimbangkan dan dinilai dalam aspek kemampuan, pengalaman, dan integritas untuk mengoptimalkan layanan haji.
“Sebagai anggota Komisi VIII DPR, saya menyambut baik dimulainya proses seleksi calon petugas haji 2025. Ini menunjukkan komitmen kita bersama dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah haji. Saya ingin menekankan pentingnya proses seleksi yang berbasis meritokrasi, calon petugas harus diseleksi berdasarkan kemampuan, pengalaman, dan integritas mereka,” ujar Dini, Kamis (12/12).
Legislator Partai NasDem dari Daerah Pemilihan Jawa Timur II (Kota Probolinggo, Kabupaten Probolinggo, Kota Pasuruan, dan Kabupaten Pasuruan) itu mengungkapkan, seleksi calon petugas haji 2025 harus dilakukan secara transparan.
Untuk itu, pemanfaatan teknologi berbasis digital dan pengawasan yang ketat dapat dijadikan pola rekrutmen yang akuntabel demi layanan haji optimal di tahun 2025.
“Pemanfaatan teknologi, sistem pendaftaran, dan seleksi berbasis digital dapat membantu meminimalkan intervensi yang tidak perlu dan meningkatkan efisiensi. Pengawasan yang ketat, pelibatan pihak independen seperti auditor atau lembaga pengawas untuk memastikan bahwa seluruh tahapan seleksi dilakukan dengan adil,” ungkapnya.
Ning Dini, sapaan akrabnya, menjelaskan dalam aspek lainnya juga penting mempertimbangkan keterlibatan masyarakat agar membuka ruang bagi publik memantau proses seleksi petugas haji secara terbuka.
“Pelibatan masyarakat, memberikan ruang kepada publik untuk memantau proses seleksi sehingga transparansi benar-benar terwujud,” jelas Dini.
Dengan demikian, lanjut Dini, instrumen meritokrasi yang dijalankan dalam proses rekrutmen calon petugas haji dalam menghasilkan petugas haji yang berkualitas dan akuntabel.
“Dengan langkah-langkah ini, diharapkan seleksi petugas haji tahun 2025 dapat menghasilkan SDM yang berkualitas dan terpercaya. Ini sejalan dengan semangat transparansi dan akuntabilitas yang harus menjadi prioritas dalam penyelenggaraan ibadah haji.” tandasnya.
(safa/*)
0 Komentar