Roberth Rouw Dorong Peningkatan Kualitas Layanan Kereta Api

CIREBON (19 Januari): Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Roberth Rouw, menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan kereta api yang dibarengi dengan penguatan kampanye kenyamanan penumpang sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian sektor perkeretaapian nasional.

Menurutnya, pelayanan yang baik tidak hanya meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga menjadi kunci untuk memperkuat nilai bisnis kereta api agar tidak terus bergantung pada subsidi negara.

“Bukan hanya pelayanan di stasiun, tetapi pelayanan di dalam kereta juga sangat penting. Ini perlu terus diedukasi kepada seluruh petugas,” ujar Roberth sat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke Stasiun Cirebon, Jawa Barat, Kamis (15/1/2026).

Legislator Fraksi Partai NasDem itu juga menekankan bahwa pelayanan perkeretaapian harus dilihat secara menyeluruh, tidak hanya di area stasiun, tetapi juga di dalam rangkaian kereta.

Roberth juga mendorong adanya perhatian khusus bagi kelompok penumpang tertentu seperti ibu hamil, ibu menyusui, lanjut usia, serta penyandang disabilitas.

Menurutnya, pengaturan fasilitas yang jelas dan tidak bercampur dengan penumpang umum akan meningkatkan rasa aman selama perjalanan.

“Misalnya ibu hamil, harus ada perhatian khusus. Jangan sampai terjadi hal-hal yang membahayakan di dalam perjalanan. Ini harus diatur dengan baik,” tegasnya.

Selain soal pelayanan, Roberth menilai sudah saatnya layanan kereta api di Indonesia mulai mengurangi ketergantungan pada subsidi negara dan memperkuat kemandirian pembiayaan melalui pengembangan nilai bisnis.

Ia mencermati tingginya frekuensi perjalanan kereta api di lintasan Cirebon dan sekitarnya yang menunjukkan masih besarnya minat masyarakat terhadap moda transportasi tersebut.

“Mayoritas layanan kereta api ini masih bergantung pada subsidi negara. Padahal frekuensi perjalanan tinggi dan potensi penumpangnya ada. Kereta api ini punya nilai bisnis. Jangan hanya cukup untuk merawat keretanya saja, tapi harus bisa menghidupi operasionalnya secara mandiri,” ujarnya.

Roberth menjelaskan, hingga kini hasil penjualan tiket belum sepenuhnya menutup biaya operasional, sehingga subsidi negara masih menjadi penopang utama.

Kondisi ini, menurutnya, harus dijawab dengan strategi yang berorientasi pada peningkatan kenyamanan dan daya tarik layanan.

“Kalau penumpangnya terus menurun, bagaimana kita mau bicara keberlanjutan. Maka perlu strategi agar masyarakat merasa nyaman dan menikmati perjalanan dengan kereta api,” katanya.

Ia menambahkan, inovasi pelayanan serta kampanye kenyamanan yang konsisten dan mudah dipahami diyakini dapat meningkatkan okupansi penumpang. Dengan demikian, ketergantungan terhadap subsidi negara dapat dikurangi secara bertahap tanpa mengorbankan kualitas layanan publik.

Ke depan, Komisi V DPR akan mendorong pemerintah dan operator perkeretaapian untuk merumuskan langkah-langkah strategis berbasis hasil kunjungan kerja, agar pengelolaan kereta api nasional tidak hanya berorientasi pada pelayanan, tetapi juga pada kemandirian dan keberlanjutan sektor transportasi. (dor.go.id/*)

Add Comment