Home / Berita / Berita
Berita

Pesantren Diharapkan Mampu Menyeimbangkan Kecerdasan Intelektual dan Akhlak

đź“… 07 Mei 2026 đź’¬ 0 Komentar
Bagikan artikel:

LOMBOK TENGAH (7 Mei): Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Fauzan Khalid, menyatakan sistem pendidikan pondok pesantren (ponpes) adalah model pendidikan terbaik saat ini. Pola pengasuhan asrama menciptakan karakter khas yang inklusif, mandiri, dan jauh dari kesan diskriminatif.

“Hubungan santri dan ustaz dekat, memiliki ikatan persaudaraan (ukhuwah) yang kuat, termasuk dengan sesama santri. Pondok tempat bertemunya santri dari berbagai latar belakang etnis, sosial, mengajarkan toleransi dan tidak diskriminasi,” ujar Fauzan saat menghadiri kegiatan majelis taklim di Desa Batu Jangkih, Lombok Tengah, NTB, Minggu (3/5/2026).

Anggota Komisi II DPR RI itu menjelaskan bahwa pengawasan 24 jam di pesantren mampu menyeimbangkan kecerdasan intelektual dengan kehalusan akhlak. Bahkan, Fauzan menyebut tren pendidikan modern seperti home schooling pun banyak mengadopsi konsep dasar pesantren.

“Selama menimba ilmu di ponpes, santri mendapatkan keseimbangan ilmu dunia dan akhirat. Karena itu, santri jangan merasa rendah diri karena bersekolah di ponpes,” jelas mantan Bupati Lombok Barat tersebut.

Di hadapan jamaah Yayasan Ponpes Nurul Qur’an Wal Ahkam, Fauzan meminta para orangtua untuk membuang keraguan menyekolahkan anak, terutama karena alasan ekonomi.

Ia menekankan bahwa pendidikan adalah investasi karakter dan kejujuran bagi masa depan.

“Sekali lagi, jangan ragu menyekolahkan anak. Jangan keluar kata-kata, saya tidak mampu menyekolahkan anak. Rezeki dari Allah SWT, yakinlah anak yang bersekolah sudah ada rezekinya dari Allah SWT. Karena itu, mari kita dorong anak-anak kita untuk sekolah,” tegasnya.

Selain dukungan finansial, legislator dari dapil NTB II itu mengingatkan pentingnya keharmonisan di rumah sebagai pendukung utama proses belajar anak.

“Buat lingkungan rumah yang nyaman bagi anak untuk belajar. Jangan bertengkar, karena kalau orangtua bertengkar, ini bisa membuat anak tidak nyaman belajar,” pungkasnya. (Yudis/*)

Diskusi

0 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *